AS Siap Cabut Sanksi yang Tak Sesuai Kesepakatan Nuklir Iran

Agregasi VOA, · Jum'at 09 April 2021 08:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 09 18 2391776 as-siap-cabut-sanksi-yang-tak-sesuai-kesepakatan-nuklir-iran-un3gHpZAzw.jpg Ilustrasi sanksi AS terhadap Iran (Foto: Shutterstock)

AMERIKA SERIKAT - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (Deplu AS), Rabu (7/4), mengatakan AS siap mencabut sanksi terhadap Iran untuk melanjutkan kepatuhan terhadap kesepakatan nuklir Iran, termasuk yang tidak sesuai pakta 2015 itu.

Namun Deplu AS tidak memberikan perincian. "Kami siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk kembali mematuhi JCPOA, termasuk mencabut sanksi yang tidak sesuai JCPOA," kata juru bicara Deplu AS, Ned Price, kepada wartawan.

Ia mengacu pada pakta yang secara resmi disebut Rencana Aksi Komprehensif Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action/JCPOA).

Seorang pejabat AS mengatakan para diplomat dari negara-negara kuat dan Uni Eropa bertemu secara terpisah dengan Iran dan Amerika pada Rabu (7/4) untuk membahas sanksi apa yang mungkin dicabut Amerika dan pembatasan nuklir apa yang mungkin dilakukan Iran dalam upaya mengembalikan kedua negara agar sesuai kesepakatan nuklir 2015.

(Baca juga: Jumlah Anak Migran Tanpa Orang tua di Perbatasan AS-Meksiko Capai Rekor Tertinggi)

Lama bermusuhan, Amerika dan Iran mengatakan mereka tidak memperkirakan terobosan cepat dalam pembicaraan yang dimulai di Wina pada Selasa (6/4). Diplomat Eropa dan negara lain menjadi perantara karena Iran menolak pembicaraan tatap muka.

Diketahui, mantan Presiden Donald Trump menarik AS keluar dari pakta 2015 itu, yang intinya adalah mencabut sanksi ekonomi terhadap Iran setelah negara itu membatasi program nuklirnya. Trump lalu menerapkan kembali sanksi sehingga memaksa Iran melanggar batasan dalam perjanjian nuklir itu.

Pihak-pihak yang tersisa dalam pakta itu: Iran, Inggris, China, Prancis, Jerman dan Rusia, Selasa, sepakat membentuk dua kelompok tingkat ahli yang bertugas memadukan daftar sanksi yang bisa dicabut Amerika dengan kewajiban nuklir yang harus dipenuhi Iran.

(Baca juga: Wow, Pilot Ini Berhasil Bertahan Hidup Sendirian Selama 36 Hari Usai Pesawatnya Jatuh di Hutan)

Para diplomat mengatakan kelompok kerja itu, yang diketuai Uni Eropa dan mengecualikan Amerika, bertemu Rabu (7/4). Seorang pejabat AS yang tidak mau disebut namanya mengatakan delegasi AS di Wina telah diberi pengarahan tentang diskusi tersebut.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini