Kemudian, latihan pasukan pendarat Korps Marinir (Pasrat Kormar) dilaksanakan oleh Kormar, latihan operasi pendaratan administrasi (Opsratmin) dilaksanakan oleh Kolinlamil, serta latihan operasi pertahanan pantai (Opshantai) dilaksanakan oleh Koarmada I dalam hal ini Lantamal IV Tanjung Pinang.
Latihan ini bertujuan menguji dan meningkatkan kemampuan profesionalisme prajurit TNI AL serta kesiapsiagaan alutsista TNI AL di lapangan. Alutsista yang dilibatkan dalam latihan ini antara lain kapal perang Latopslagab menggunakan kapal perang yakni KRI RE Martadinata-331, KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Fatahillah-361, KRI Clurit-641, KRI Kujang-642, KRI Nanggala-401, KRI Aluguro-405, KRI Diponegoro- 365, KRI Bung Tomo-357, KRI Teuku Umar-385, KRI Patimura-371, KRI Tjiptadi-381, KRI Pulau Rangsang-727, KRI Sutedi Senaputra–378, KRI Imam Bonjol-383, dan KRI Sembilang–850.
Kemudian untuk Latopsratmin meliputi, KRI Teluk Bintuni-520, KRI Teluk Lampung-540, KRI Teluk Amboina dan KRI Halasan-630. Sementara itu, Latopsfib menggunakan KRI Teluk Cirebon-543, KRI Teluk Ende-517, KRI Teluk Sorong-536, KRI Pulau Raas-726, KRI Bung Tomo-357 KRI Teuku Umar-385, KRI Patimura-371, KRI Imam Bonjol-383, KRI Jhon Lie-358 dan KRI Tjiptadi-381.
Baca Juga : Panglima TNI Resmikan Kapal Selam Canggih Buatan Anak Negeri KRI Alugoro-405
Dalam Latopshantai, TNI AL meliputi KRI Barakuda-814, KRI Kerait-827, dan KRI Sigurot-864. Selain itu, juga dikerahkan lima pesawat udara, 10 kendaraan tempur yang terdiri dari BTR-50 berjumlah unit dan BMP-3F sebanyak empat unit.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.