Usai Diguncang Gempa Malang, Warga Blitar Lakukan Perbaikan Mandiri

Solichan Arif, Koran SI · Senin 12 April 2021 15:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 12 519 2393304 usai-diguncang-gempa-malang-warga-blitar-lakukan-perbaikan-mandiri-Huyv1Q1cVR.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

BLITAR - Kerusakan bangunan rumah dan fasilitas umum (fasum) di Kabupaten Blitar akibat gempa Malang Magnitudo 6,7 mencapai 407 bangunan. Data mutakhir BPBD Kabupaten Blitar menyebut, kerusakan terbanyak berada di wilayah Kecamatan Wates (73).

Kemudian disusul Kecamatan Kesamben (48), Kanigoro (39), Binangun (36), Talun (34) dan Srengat (31). Kerusakan dengan jumlah yang lebih rendah juga ditemukan merata di 16 kecamatan lain.

"Kerusakan ada di tiap kecamatan," ujar Kepala BPBD Kabupaten Blitar Achmad Kholik kepada MNC Portal, Senin (12/4/2021).

Baca juga:  BNPB Gelontorkan Dana Stimulan untuk Rumah Rusak Akibat Gempa Malang, Ini Besarannya

Data yang dihimpun BPBD Kabupaten Blitar, sebanyak 407 bangunan yang rusak terdiri dari rumah warga dan fasilitas umum. Untuk rumah warga yang rusak berat sebanyak 16 rumah. Tidak hanya sekedar genting melorot, atap ambrol. Guncangan gempa membuat bagian bangunan, ambruk.

Sedangkan rusak ringan sebanyak 252 rumah dan sedang 90 rumah. Sementara fasum yang rusak berat sebanyak satu titik, rusak ringan 38, dan rusak sedang 10 titik. Dalam musibah yang berlangsung siang hari itu, 11 orang warga Kabupaten Blitar mengalami luka ringan.

Baca juga:  Warga Mulai Gotong Royong Robohkan Rumah yang Terdampak Gempa Malang

Menurut Kholik, untuk rumah warga yang rusak ringan, rata rata sudah diperbaiki secara mandiri. Pembenahan dilakukan gotong royong dengan cukup melibatkan anggota keluarga.

"Sedangkan kerusakan sedang, pembenahan dibantu masyarakat bersama perangkat desa, aparat TNI, Polri dan relawan," kata Kholik.

Sementara terkait dengan kerusakan prasarana atau fasum, upaya perbaikan atau proses recovery masih terus berjalan. Dalam musibah ini Pemkab Blitar juga mendirikan dua posko kedaruratan yang ditempatkan di wilayah Kecamatan Wates dan Kecamatan Kanigoro.

Posko kedaruratan, kata Kholik akan terus diaktifkan sampai penanganan paska gempa Malang betul betul tuntas.

"Kepada warga yang terdampak gempa kita juga memberikan bantuan," pungkas Kholik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini