Selandia Baru Berlakukan UU Baru, Paksa Perusahaan Keuangan Laporkan Dampak Perubahan Iklim

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 14 April 2021 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 14 18 2394510 selandia-baru-berlakukan-uu-baru-paksa-perusahaan-keuangan-laporkan-dampak-perubahan-iklim-lzJSwfBjRy.jpg Ilustrasi perubahan iklim (Foto: NASA Climate Change)

SELANDIA BARU - Selandia Baru akan menjadi negara pertama di dunia yang memberlakukan undang-undang yang memaksa perusahaan keuangan melaporkan dampak perubahan iklim.

Negara ini ingin menjadi netral karbon pada tahun 2050 dan mengatakan sektor keuangan perlu memainkan perannya.

Menteri Perubahan Iklim James Shaw mengatakan bank, perusahaan asuransi dan pengelola dana dapat melakukan ini dengan mengetahui dampak lingkungan dari investasi mereka.

Legislasi diharapkan menerima pembacaan pertama kebijakan ini pada pekan ini.

"Undang-undang ini akan membawa risiko iklim dan ketahanan ke jantung pengambilan keputusan keuangan dan bisnis," kata Shaw.

Sekitar 200 perusahaan terbesar di negara itu dan beberapa perusahaan asing yang memiliki aset lebih dari USD703 juta (Rp10 triliun) akan berada di bawah undang-undang tersebut.

(Baca juga: Iran Akan Perkaya Uranium Hingga 60% Pasca Sabotase di Fasilitas Nuklir Natanz)

"Menjadi negara pertama di dunia yang memperkenalkan undang-undang seperti ini berarti kami memiliki kesempatan untuk menunjukkan kepemimpinan yang nyata dan membuka jalan bagi negara lain untuk mewajibkan pengungkapan terkait iklim," terang Menteri Urusan Perdagangan dan Konsumen Selandia Baru David Clark.

Undang-undang akan memaksa perusahaan keuangan untuk menilai tidak hanya investasi mereka sendiri, tetapi juga untuk mengevaluasi perusahaan tempat mereka meminjamkan uang, dalam kaitannya dengan dampak lingkungan mereka.

"Sementara beberapa bisnis telah mulai menerbitkan laporan tentang bagaimana perubahan iklim dapat mempengaruhi bisnis, strategi dan posisi keuangan mereka, jalan masih panjang," tambahnya.

Setelah undang-undang tersebut disahkan, perusahaan harus mulai melaporkan dampak perubahan iklim pada 2023.

(Baca juga: Spanyol Akan Gali Kuburan Massal Berisi 33.000 Korban Perang Saudara)

Bank semakin mendapat tekanan untuk meningkatkan upaya membantu memerangi perubahan iklim.

  • Berinvestasilah di alam

Pekan lalu, Duke of Cambridge mendesak bank untuk "berinvestasi di alam" guna membantu memerangi perubahan iklim global.

Berbicara pada pertemuan IMF dan Bank Dunia, Pangeran William mengatakan melindungi alam terus memainkan peran kecil dalam memerangi pemanasan global.

"Kita harus berinvestasi di alam, melalui reboisasi, pertanian berkelanjutan, dan mendukung lautan yang sehat ... karena melakukan itu adalah salah satu cara yang paling hemat biaya dan berdampak untuk mengatasi perubahan iklim," terangnya.

Di Amerika Serikat (AS), lebih dari 300 bisnis dan investor, termasuk raksasa teknologi Apple, meminta pemerintahan Biden untuk menetapkan tujuan perubahan iklim yang ambisius pada Selasa (13/4).

Ini akan mengurangi emisi gas rumah kaca AS setidaknya 50% di bawah tingkat 2005 pada tahun 2030. Target ini hampir dua kali lipat dari komitmen AS sebelumnya pada pengurangan emisi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini