Spanyol Akan Gali Kuburan Massal Berisi 33.000 Korban Perang Saudara

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 14 April 2021 13:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 14 18 2394490 spanyol-akan-gali-kuburan-massal-berisi-33-000-korban-perang-saudara-QBfiJZ6G6G.jpg Valley of the Fallen, kuburan massal berisi 33.000 korban perang saudara (Foto: Shutterstock)

SPANYOL - Pemerintah Spanyol telah memulai proses untuk membuka kuburan massal yang berisi sisa-sisa lebih dari 33.000 korban perang saudara 1936-39 di negara itu.

Menurut pernyataan dari Kementerian Kepresidenan yang diterbitkan Senin (12/4), para pejabat telah meminta izin kepada para pihak terkait untuk mulai menggali jenazah dari Valley of the Fallen, sebuah mausoleum luas di pinggiran Madrid yang dibangun oleh mantan diktator fasis Spanyol Francisco Franco.

Jenazahnya dimakamkan di ruang bawah tanah Basilika Salib Suci, dan beberapa di antaranya telah diklaim oleh anggota keluarga, kata kementerian itu.

Proyek ini akan melibatkan pekerjaan konstruksi yang akan memungkinkan pekerja untuk mengakses dan memindahkan sisa-sisa dengan aman.

Permintaan itu diajukan setelah pemerintah menyetujui dana 665.000 euro (Rp12 juta) untuk proyek tersebut pada 30 Maret lalu.

(Baca juga: Nenek 82 Tahun Didenda Rp1,2 Juta karena Hadiri Pesta Ulang Tahun Ilegal)

Diperkirakan bahwa sejak 1959 sisa-sisa lebih dari 33.000 korban Perang Saudara Spanyol dikirim ke Lembah Kejatuhan dari seluruh negeri. Ruang bawah tanah yang berisi jenazah belum dibuka sejak tahun itu.

Kementerian mengatakan analisis struktural dari crypts yang dilakukan antara 2017 dan 2019 memungkinkan para pejabat untuk mengidentifikasi kemungkinan pintu masuk ke crypts.

Pada 29 Maret, kementerian juga mengumumkan alokasi 3 juta euro (Rp52 miliar) untuk program yang lebih luas yang didedikasikan untuk "pencarian, identifikasi dan martabat orang-orang yang hilang selama perang saudara dan kediktatoran."

Penggalian ini adalah janji kebijakan utama dari Perdana Menteri (PM) Pedro Sanchez ketika dia berkuasa pada 2018.

Valley of the Fallen sebagian dibangun oleh tahanan politik rezim Franco. Franco sendiri dimakamkan di basilika ketika dia meninggal pada tahun 1975, tetapi pada Oktober 2019 jenazahnya digali dan dipindahkan ke pemakaman negara bagian Mingorrubio di El Pardo, 12 mil utara Madrid, tempat istrinya dimakamkan.

(Baca juga: Dokter Bedah Brasil Menari Bawa Daging Pasiennya dalam Video TikTok)

Keluarga Franco dan pendukung sayap kanannya menentang rencana tersebut dan keluarga tersebut tidak berhasil mengajukan banding atas keputusan tersebut di pengadilan.

Valley of the Fallen telah menjadi daya tarik bagi turis dan simpatisan sayap kanan yang melakukan demonstrasi tahunan pada peringatan kematian Franco pada 20 November.

Franco memerintah Spanyol dari akhir tahun 1930-an hingga kematiannya. Ribuan eksekusi dilakukan oleh rezim nasionalisnya selama Perang Saudara Spanyol dan tahun-tahun berikutnya.

Pada tahun 2007, pemerintah Spanyol mengeluarkan Hukum Memori Sejarah, yang secara resmi mengutuk rezim Franco dan melarang acara politik di Valley of the Fallen. Pemerintah juga mengakui para korban perang saudara dan negara Francoist dan menjanjikan bantuan kepada para korban dan keturunan mereka.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini