Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ramadhan di Betawi Tempo Doeloe Diumumkan dengan Bedug dan Petasan

Doddy Handoko , Jurnalis-Rabu, 14 April 2021 |06:15 WIB
Ramadhan di Betawi Tempo Doeloe Diumumkan dengan Bedug dan Petasan
Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)
A
A
A

Namun akan sulit mencari masjid di pinggir jalan. Abah mengungkapkan, bangunan tempat ibadah yang banyak terdapat di pinggir jalan adalah gereja. Belanda memang melarang mendirikan gereja di dalam kampung.

Tentang takbiran, anak-anak muda Betawi saat itu pun berpawai merayakan malam Idul Fitri. Bedanya, kalau saat ini pawai takbiran menggunakan mobil atau motor, dulu mereka berpawai menggunakan becak. Mereka keliling Jakarta pakai becak sewaan. Sewanya Rp 5. Mulainya pukul 22.00 sampai pukul 05.00 pagi.

Warga Jakarta saat itu sangat menjunjung tinggi kekeluargaan. Di hari Lebaran, semua orang saling mengunjungi. Bertukar makanan yang dimasak sendiri. Tak ada yang jual makanan.

Saat Idul Fitri, para ulama membuka pintu rumahnya untuk para tamu yang ingin bersilaturahmi dari pagi hingga malam. Tamu yang datang murid-muridnya dan para mualim atau ustadz. Zaman dulu, kedudukan mualim lebih tinggi daripada jagoan silat.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement