BOGOR - Kepala Lapas Narkotika Gunung Sindur Damari mengatakan, proses deradikalisasi yang diberikan kepada narapidana kasus terorisme yang menyatakan ikrar setia Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Lapas Narkotika Gunungsindur, Bogor, Jawa Barat bukan waktu yang singkat dan mudah. Untuk itu, ia menilai ini hal yang luar biasa.
"Luar biasa sekali. Jangankan ikrar, mereka untuk hormat bendera saja enggak mau, yang masih radikal dan masih betul-betul militan tentu luar biasa sekali. Mereka pun melawan dengan kita," ucap Damhari, Kamis 15 April 2021.
Baca Juga: 34 Napi Teroris di Lapas Gunung Sindur Ucap Sumpah Setia NKRI
Ia menyatakan, dalam proses ikrar ini, para narapidana tersebut hormat kepada bendera merah putih, membacakan ikrar sembari diambil sumpah dan menandatangi pernyataan di atas materai.
"Satu-satu hormat mencium bendera, tanda tangan, untuk membacakan ikrar, satu orang membacakan sambil disumpah oleh Kemenag dan 33 orang mengikuti. Kami enggak bisa prediksi (kembali radikal atau tidak ke depannya). Tapi paling tidak meyakini dengan mereka berucap ikrar cium bendera, tanda tangan materai sebagai bentuk keikhlasan untuk kembali," katanya.
Baca Juga: Densus 88 Tangkap 1 DPO Terduga Teroris di Jakarta
Sebanyak 34 dari 56 narapidana kasus terorisme menyatakan ikrar setia NKRI. Sedangkan, untuk 22 narapidana teroris lainnya yang belum menyatakan ikrar setia kepada NKRI masih terus dilakukan pembinaan. Sebab, butuh proses tergantung tingkatan paham radikal masing-masing.
(Arief Setyadi )