Tidak Ada Laporan, Kasus Kades Diduga Zina di Tulungagung Dihentikan

Solichan Arif, Koran SI · Jum'at 16 April 2021 13:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 16 519 2395769 tidak-ada-laporan-kasus-kades-diduga-zina-di-tulungagung-dihentikan-w02GpQozB3.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

TULUNGAGUNG - Pengusutan kasus dugaan perzinahan yang dilakukan Kepala Desa Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur dengan salah satu stafnya, terancam tidak bisa berlanjut. Sejak didahului penggerebekan oleh warga, hingga Jumat (16/4/2021) tidak ada pihak yang melapor ke kepolisian.

Menurut Kapolsek Pucanglaban Iptu Ipung Haryanto, kasus dugaan perzinahan adalah delik aduan murni. "Ini delik aduan absolut. Dan tidak ada yang melapor," ujar Ipung kepada wartawan Jumat (16/4/2021). Kades Pucanglaban digerebek warganya pada Rabu malam 14 April.

Baca Juga:  Pasal Zina dan Kumpul Kebo di RKUHP, Didukung MUI Ditolak YLBHI

Yang bersangkutan berada di rumah Ptr, salah seorang perangkat desa yang suaminya sedang bekerja sebagai buruh migran di Malaysia. Ada sekitar 20 warga yang terlibat dalam penggerebekan. Menerima informasi tersebut, polisi langsung bergerak ke lokasi kejadian.

Kades dan Ptr langsung diamankan sekaligus diinterogasi. Keduanya berdalih tidak ada perzinahan seperti yang dituduhkan para penggerebeknya. Ipung mengatakan, sejak insiden penggerebekan tidak ada pihak yang melapor, yakni baik dari istri kades maupun suami Ptr.

Bahkan, kata Ipung, istri kades Pucanglaban telah mendatangi kepolisian dengan membuat surat pernyataan yang intinya tidak akan melaporkan suaminya. "Istri kades bersangkutan membuat pernyataan tidak akan melaporkan suaminya," papar Ipung.

Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa empat orang sebagai saksi, termasuk kades dan Ptr. Alat bukti dugaan perzinahan, diakui Ipung minim. Minimnya alat bukti diperkuat tidak adanya pelapor yang membuat proses penyelidikan untuk sementara tidak bisa dilanjut.

Baca Juga:  Musim Pancaroba, Jatim Waspada Angin Puting Beliung

Sebagai kode etik, polisi melimpahkan kasus ke desa dan kecamatan. "Tidak bisa meneruskan penyelidikan. Diserahkan ke desa dan Kecamatan untuk pembinaan," pungkas Ipung.

Camat Pucanglaban Ali Muhtar mengatakan telah menjalankan fungsinya sebagai pembina. Ali mengaku telah memanggil BPD, RT, RW dan bertemu tokoh masyarakat. Ia juga menindaklanjuti surat tuntutan warga dengan meneruskan ke Bupati Tulungagung.

"Yang penting kita memakai mekanisme aturan yang berlaku," ujar Ali Muhtar.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini