Demi Sewa PSK, Pengamen Curi Rp34 Juta dari Minimarket

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 16 April 2021 15:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 16 519 2395875 demi-sewa-psk-pengamen-curi-rp34-juta-dari-minimarket-ES4VQ5iRA4.JPG Foto: Okezone/Avirista

KOTA MALANG - Pelaku pembobolan dua minimarket di Kota Malang berhasil dibekuk polisi. Pelaku adalah pemuda berinisial HS (27) yang sehari - hari berprofesi sebagai pengamen di Kota Malang.

Wakasatreskrim Polresta Malang Kota AKP Hendro Triwahyono mengatakan, pelaku diamankan setelah polisi mendapat laporan adanya dua aksi pembobolan minimarket di dua lokasi berbeda di Kota Malang.

"Jadi pelaku ini dua kali beraksi di minimarket Alfamart. Pertama pada Sabtu 6 Maret 2021 pukul 01.30 WIB di Alfamart Sukun dan kedua pada 12 Maret 2021 pukul 06.30 WIB diketahuinya, di Alfamart Hamid Rusdi," ucap Hendro Triwahyono, saat rilis di Mapolresta Malang Kota, pada Jumat siang (16/4/2021).

Pelaku beraksi sendirian dengan cara membobol atap minimarket untuk masuk. Selanjutnya, HS kembali keluar dengan melalui jalur yang sama, seperti dengan saat ia masuk dengan membawa barang curian dari dalam minimarket.

"Jadi dia ini naik ke atap dengan kursi, membobol atap, dan mengambil barang - barang yang ada di dalam minimarket. Lalu kembali melalui jalur yang sama seperti saat dia masuk," ungkapnya.

Hendro menjelaskan, dari aksinya pelaku berhasil menggondol uang Rp 34 juta dari brankas kasir di Alfamart Hamid Rusdi, sedangkan di Alfamart Sukun pelaku HS menggasak satu unit handphone dan 37 bungkus rokok.

"Kita pelajari kamera CCTV yang merekam aksinya. Dari penyelidikan dan identifikasi CCTV itu mengarah ke pelaku HS ini yang sehari - hari ngamen. Yang bersangkutan diamankan pada Senin 5 April 2021 di pinggir jalan di daerah Gondanglegi," tuturnya.

Kepada petugas kepolisian, HS mengaku uang senilai Rp 34 juta yang dicurinya dari minimarket telah habis digunakan berfoya - foya dengan menyewa PSK di Tretes dan membeli sejumlah barang berupa jam tangan, hingga korek api berbentuk pistol.

"Untuk rokoknya dijual untuk beli barang - barang itu. Untuk uang Rp 34 juta itu foya - foya di Tretes selama dua hari," katanya.

Namun pengakuannya, korek api berbentuk pistol yang dibelinya juga tidak dijadikan alat untuk melakukan praktek kejahatan.

"Saya nggak pakai (korek api berbentuk pistol untuk kejahatan), itu buat mainan saja, itu korek api. Kalau untuk uangnya saya pakai di Tretes, dua hari habis. Ya untuk itu (sewa PSK)," tuturnya.

Kini akibat ulahnya, pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP pencurian dengan pemberatan. "Ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini