Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Konglomerat Perusahaan Teknologi di Silicon Valley Pindah ke Desa

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Sabtu, 17 April 2021 |19:23 WIB
Kisah Konglomerat Perusahaan Teknologi di Silicon Valley Pindah ke Desa
Shridar (Foto: BBC Indonesia)
A
A
A

Menjadi bos perusahaan besar yang sukses memang mendatangkan beberapa keuntungan. "Pada dasarnya hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan besar akan saya tangani. Perusahaan ini kini cukup besar dan banyak keputusan dibuat secara internal di dalam tim," ujarnya.

Menyelami kehidupan pedesaan

Tidak ada pejabat eksekutif senior atau asisten pribadi yang tinggal di sekitar Sridhar. Namun, pengusaha di bidang digital ini senang menjadi pemimpin yang aktif.

"Saya mengepalai salah satu tim secara langsung. Saya bekerja dengan para pemrogram secara dekat dan saya bekerja di beberapa proyek teknologi besar," kata Sridhar.

"Adapun tim perangkat lunak terdiri dari para insinyur yang tersebar di seluruh dunia," ujarnya.

Sridhar tinggal di rumah kebun baru yang terdiri dari dua kamar tidur. Dia berkata ingin sepenuh hati menjalani cara hidup pedesaan.

Tidak ada pendingin udara di rumahnya. Alih-alih mengendarai mobil, Sridhar sekarang menumpang becak dan menggunakan sepeda listrik otomatis.

Dia sering pergi ke warung teh di sekitar desa untuk berbincang dengan warga setempat.

"Saya sangat menikmati hidup di sini. Saya mengenal banyak orang di desa ini dan desa-desa sekitarnya," tuturnya.

Sridhar kini kerap terlihat memakai celana jeans dan kaos. Kadang-kadang, seperti banyak laki-laki di India, dia mengenakan dhoti (sejenis sarung yang diikat agar menyerupai celana longgar).

Terkenal tapi 'bukan selebriti'

Karena tampil di media massa, mayoritas warga desa tahu siapa Sridhar. Namun dia menegaskan bahwa dia bukan selebriti.

Sridhar meminta BBC untuk tidak menyebut nama desanya. Dia tidak mau orang-orang datang ke sana tanpa pemberitahuan.

"Kehidupan sosial pedesaan sangat berbeda. Orang punya waktu untuk berteman baik. Seseorang bisa tiba-tiba mengundang Anda pulang untuk makan," ujar Sridhar.

"Baru-baru ini ketika saya pergi ke desa sebelah, saya terlibat dalam 10 sampai 15 percakapan," ucapnya.

Sridhar menyebut dirinya tidak pernah menjadi pebisnis flamboyan dengan gaya hidup mewah. Oleh karena itu, dia tidak merindukan kehidupannya di kota.

"Saya tidak pernah bermain golf. Saya tidak pernah menjadi makhluk sosial. Saya dulu bepergian untuk bisnis tetapi sekarang sebagian besar bagaimanapun juga terjadi melalui video," kata dia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement