Sridhar menggunakan media sosial untuk tetap mengetahui tren terbaru dalam industri teknologi. Di medium itu, dia mengikuti sejumlah orang yang menurutnya 'menarik'.
Di media sosial pula, Sridhar melibatkan diri dalam percakapan yang menggugah.
Kantor cabang sebelum pandemi
Sejak pandemi Covid-19, banyak orang terpaksa bekerja dari jarak jauh atau dari rumah demi mencegah penularan penyakit ini. Walhasil, banyak perusahaan menerapkan sistem kerja jarak jauh secara permanen, bahkan setelah banyak negara mengizinkan pekerja kembali ke kantor.
Akan tetapi visi Sridhar beberapa langkah di depan para pemegang otoritas dan pengusaha. Dia sudah merelokasi pegawai serta dirinya sendiri sebelum pandemi terjadi.
Dia sekarang yakin sudah memiliki cara kerja yang berkelanjutan.
Kantor pertama Zoho di pedesaan didirikan 10 tahun yang lalu di Tenkasi, di negara bagian India Tamil Nadu. Sejak saat itu, Zoho sudah membuka 30 kantor cabang di berbagai pedesaan di India.
"Kami belum sepenuhnya memahami bagaimana pola kerja ini akan berkembang. Tapi kami berinvestasi besar-besaran dalam menciptakan kantor di pedesaan ini," kata Sridhar.
"Kami juga berinvestasi pada sarana/prasarana alat online," ujarnya.
Sridhar berharap hanya sekitar 20-30% pegawainya akan memilih bekerja secara permanen dari rumah.
Kantor cabang akan memenuhi kebutuhan interaksi sosial dan menekan keharusan untuk pergi ke Chennai, kota tempat sebagian besar bisnis perusahaannya dijalankan.
"Di mana pun ada sekelompok pegawai, kami mencoba untuk mendirikan kantor. Orang bisa bekerja dari rumah selama satu atau dua hari dan kemudian datang ke kantor di hari-hari lain," ujarnya.
Sridhar berkata, kantor cabang seperti ini idealnya menampung sekitar 100 orang.
Jadi mengapa dia pindah ke desa?
Sridhar lahir di India dan selalu menghargai hari-hari yang dihabiskannya di desa leluhurnya selama liburan sekolah.
Walau dia pindah ke AS untuk menempuh pendidikan tinggi dan bekerja, dia mendambakan suatu hari bisa kembali ke pedesaan di India.
Ketika akhirnya meninggalkan Bay Area, di San Francisco, keputusan Sridhar tidak mengejutkan rekan-rekannya.
"Bisa dibilang, Sridhar selalu bekerja dari jarak jauh. Ketika dia masih berada di California, lebih dari 90% pegawai kami sudah bekerja dari Chennai," kata Praval Singh, Wakil Presiden Pemasaran dan Layanan Pelanggan di Zoho.
"Mengingat bahwa kami selalu memiliki tim yang tersebar di berbagai wilayah, keberadaan CEO tidak terlalu memengaruhi pekerjaan kami," kata Praval.
Dari desa yang kini dia tinggali, Sridhar rutin berinteraksi dengan pegawainya di AS, Brasil, Singapura, dan beberapa lokasi di India.
Frustrasi dengan pendidikan
Sridhar belajar di institusi pendidikan terkenal di India dan AS sebelum mendirikan Zoho. Akan tetapi sekarang dia sangat meragukan sistem pendidikan.
Dia meraih gelar sarjana teknik dari Institut Teknologi India (IIT) di Madras. Setelahnya, Sridhar mendapatkan gelar strata dua dan doktoral dari Universitas Princeton, di AS.
Namun, Sridhar menegaskan bahwa latar belakang pendidikannya tidak berkaitan dengan kesuksesannya.
"Saya mempersiapkan diri untuk menjadi profesor di bidang matematika yang rumit dan sekarang yang saya lakukan hanyalah aritmatika dasar," kata dia.