Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Misteri Asal Usul Wali Songo dan Syekh Jumadil Kubro yang Makamnya di Beberapa Tempat

Doddy Handoko , Jurnalis-Minggu, 18 April 2021 |06:35 WIB
Misteri Asal Usul Wali Songo dan Syekh Jumadil Kubro yang Makamnya di Beberapa Tempat
Wali Songo. (Ist)
A
A
A

Terdapat beberapa sumber tertulis masyarakat Jawa tentang Walisongo, antara lain Serat Walisanga karya Ranggawarsita pada abad ke-19, Kitab Walisongo karya Sunan Dalem (Sunan Giri II) yang merupakan anak dari Sunan Giri. Selain itu diceritakan cukup banyak dalam Babad Tanah Jawi.

Dalam berbagai kitab sejarah dan babad Jawa, Syekh Jumadil Kubra disebut sebagai leluhur Wali Songo. Petilasan yang diyakini sebagai makamnya berada di beberapa tempat di Jawa.

Dalam Babad Cirebon disebutkan bahwa Syekh Jumadil Kubra sebagai leluhur Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang, Sunan Ampel, dan Sunan Kalijaga.

Kronika Gresik menyebut Syekh Jumadil Kubra memiliki hubungan darah dengan Sunan Ampel dan tinggal di Gresik. Putranya, Maulana Ishaq dikirim ke Blambangan untuk menyebarkan ajaran Islam. Maulana Ishaq adalah ayah Sunan Giri.

Babad Tanah Jawi menuturkan bahwa Syekh Jumadil Kubra adalah sepupu Sunan Ampel. Ia hidup sebagai pertapa di hutan dekat Gresik.

Kisah Syekh Jumadil Kubra menjadi legenda di empat wilayah, yaitu Banten-Cirebon, Gresik-Majapahit, Semarang-Mantingan, dan Yogyakarta.

Menurut Van Bruinessen, ada kesan seolah orang Islam Jawa pada zaman dan tempat berbeda semua bertolak dari nama Syekh Jumadil Kubra.

Makam Syekh Jumadil Kubra ada di beberapa tempat. Selain di Troloyo, sebuah makam tua di antara tambak daerah pesisir pantai di Terbaya, tidak jauh dari Semarang, diyakini penduduk sekitar sebagai makam Syekh Jumadil Kubra.

Keyakinan ini berdasarkan kisah dalam Babad Tanah Jawi yang menuturkan Syekh Jumadil Kubra pernah melakukan tapa di Bukit Bergota di Semarang.

Makam keramat lain berada di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Desa Turgo. Keberadaannya disertai cerita lisan yang beredar di kawasan itu.

Sementara itu, kisah Syekh Jumadil Kubra di Gresik dan Mantingan tidak meninggalkan jejak makam maupun petilasan.

Makam Syekh Jumadil Kubra di Troloyo , Trowulan,Mojokerto, yang paling umum diakui, paling sering kunjungi peziarah.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement