Politisi Gunakan Agensi Hollywood untuk Bangun Citra

Agregasi VOA, · Senin 19 April 2021 05:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 19 18 2396840 politisi-gunakan-agensi-hollywood-untuk-bangun-citra-z0W98DTogW.jpg Arnold Schwarzenegger gunakan agensi Hollywood untuk bangun citra politik (Foto: Reuters)

AMERIKA SERIKAT - Ronald Reagan dan Arnold Schwarzenegger termasuk selebriti terkenal yang menggunakan status superstar mereka untuk terjun ke politik. Kini, beberapa politisi menggunakan agensi Hollywood untuk membangun citra politik mereka.

Politisi negara bagian Georgia, Stacey Abrams, dan bintang film Harrison Ford setidaknya memiliki satu kesamaan, yaitu agensi Hollywood yang sama.

Tak lama setelah kalah dalam pemilihan gubernur pada 2018, Abrams menandatangani kontrak dengan United Talent Agency untuk membantu "meneruskan pekerjaan dan mencerminkan rencananya”.

Seorang politisi lain, Andrew Yang, yang mencalonkan diri sebagai walikota New York, baru-baru ini menandatangani kontrak dengan firma Hollywood Creative Artists Agency dan meluncurkan serial podcast.

Lagi pula, tujuan Hollywood dan politik adalah mencari cara untuk menyampaikan pesan kepada penggemar atau pendukung politik. "Politisi jaman sekarang - dalam kebanyakan kasus - sudah memiliki basis pendukung, orang-orang yang setia, mengikuti mereka di media sosial, tertarik pada karir mereka, apapun fase karir mereka!,” terang Robert Schmuhl, Profesor Studi Amerika du Universitas Notre Dame.

(Baca juga: Kisah Seorang Pemuda yang Berhasil Cantumkan Kampungnya di Peta Digital)

Dan lanskap media penuh dengan mantan politisi atau mantan pejabat pemerintah yang berusaha mempertahankan popularitas mereka.

Anthony Scaramucci yang pernah menjabat sebagai Direktur Komunikasi Gedung Putih selama 10 hari di bawah Donald Trump, meluncurkan serial podcast berjudul Mooch FM.

Sean Spicer -- setelah dua bulan menjabat sebagai juru bicara pers Gedung Putih -- menjadi peserta "Dancing with the Stars."

"Yang kita saksikan tidak hanya diberitakan, tapi acara komedi tengah malam pun isinya Trump melulu! Jadi saya pikir agensi-agensi besar ini meliriknya.,” terang Robert Thompson, Profesor Televisi di Universitas Syracuse.

Ketika agensi Hollywood menandatangani kontrak dengan politisi -- apapun cerita yang melatarbelakangi karir politiknya -- mereka ikut menarik para pengikutnya. "Masing-masing tokoh ini punya pengikut setia. Dan dalam ekosistem media yang sangat padat ini, untuk berbagai medium berbeda, mereka selalu mencari celah untuk dieksploitasi!,” lanjutnya.

(Baca juga: Kisah 6 Tionghoa Penyintas Titanic: Diselamatkan, Dicela Lalu Diusir karena Sentimen 'Anti-China')

 Dalam kompetisi untuk memenangkan hati dan pikiran rakyat, batas antara Washington DC dan Hollywood menjadi semakin tipis dan tak kentara.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini