Kisah Ronald Reagan, Banting Setir dari Aktor Jadi Presiden Populer AS

Hotlas Mora Sinaga, Jurnalis · Kamis 04 Januari 2018 08:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 03 18 1839711 kisah-ronald-reagan-banting-setir-dari-aktor-jadi-presiden-populer-as-fs5iOzQkIy.jpg Foto: The Vintage News

SEBELUM terpilih menjadi presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan merupakan seorang aktor, pebisnis, juga bintang televisi. Presiden terpilih tertua itu (berusia 69 tahun saat resmi jadi Presiden) berhasil mengakhiri Perang Dingin saat masa kepemimpinannya sejak 1981 sampai 1989.

Ia berhasil meredakan Perang Dingin itu lewat kebijakan ekonominya (Reaganomics) yang juga dipakai untuk membentuk agenda konservatif abad ke-21.

BACA JUGA: HISTORIPEDIA: Perang Dingin, Presiden AS Ronald Reagan Kerahkan 3.000 Tentara ke Honduras

Presiden terpopuler setelah Franklin Delano Roosevelt itu terpilih dengan 63% suara. Sejak kematiannya pada 2004, ketenaran Reagan tetap meningkat. Bahkan dia diklaim sebagai presiden terbaik kesembilan, menurut C-SPAN's 2017 Presidential Historian Survey. Hal itu tidak mengherankan karena ia adalah aktor yang mampu menarik perhatian publik.

Reagan menjadi aktor selama 30 tahun di masa mudanya. Saat itu juga, ia mampu bermain di 53 film. Sebagai sorang politikus handal, banyak julukan yang melekat padanya, seperti Dutch, Gipper, dan Great Communicator (Komunikator Agung).

Salah satu kata-kata Reagan yang paling diingat adalah: "Bagaimana bisa seorang Presiden tidak menjadi aktor?" Ia ingin menyampaikan bahwa seorang presiden pasti akan "berpura-pura" di depan publik demi menunjang politiknya.

Tidak ada yang menyangka Reagan akan menjadi seorang politikus. Pada saat kuliah dan sekolah saja, ia hanya fokus berlatih akting dan atletik.

Ayahnya bahkan menjuluki Reagan sebagai orang Belanda yang terjebak di masa muda. Meski begitu, sang ayah mengira kegiatan Reagan bermain sepak bola, berenang, berlari, bermain drama sekolah, dan menjadi presiden dewan mahasiswa, merupakan faktor kuat anaknya bisa menjadi bintang film dan politisi sukses.

Pada 1937 di California, untuk mengisi liburan musim semi, Reagan bertemu dengan seorang agen film dan melakukan casting. Suara halus dilengkapi wajah tampan dan tubuh atletis membuatnya mudah dipilih untuk membintangi B-movie milik Warner Brothers.

Debut layar lebarnya pun dimulai saat menjadi seorang penyiar radio dalam film "Love Is on the Air". Dalam tiga tahun, ia bahkan membintangi lebih dari 20 film dan bermain bersama aktor terkenal lainnya seperti Bette Davis, Humphrey Bogart, dan Errol Flynn. Pada saat ini juga, ia bertemu dan menikahi istri pertamanya yang seorang aktris, Jane Wyman, di Brother Rat.

Pada 1940, Reagan tampil dalam film yang membuatnya dijuluki Gipper. Ia berperan sebagai George Gipp, seorang bintang sepak bola Amerika, dalam film "Knute Rockne, All American".

BACA JUGA: Ronald Reagan 'Godfather' Foursquare Sejati

Dalam film itu, dikisahkan Gipp meninggal karena pneumonia saat membawa Notre Dame meraih kemenangan. Karena itu, munculah gagasan "Satu kemenangan untuk Gipper" oleh Rockne, selaku pelatih Notre Dame. Film ini jugalah yang mengangkat nama Reagan bahkan sampai ke karier politiknya.

Namun ada satu film yang paling berperan dalam hidupnya yaitu "Kings Row" (1942). Dalam film itu, Reagan menjadi seorang ayah yang diamputasi kakinya setelah kecelakaan oleh seorang dokter kejam. Reagan curiga dokter itu sengaja mengamputasinya karena telah berselingkuh dengan putrinya. Saat ia terbangun dari tidurnya, ia berkata “Where’s the rest of me?” (Di mana aku yang dulu?). Kata-kata itu pun jadi judul autobiografinya pada 1965.

Setelah itu, film-film yang diperankannya tidak lagi laku. Ia pun bergabung dengan federasi artis televisi dan radio di Screen Actors Guild (SAG) yang baru dibentuk pada saat itu. Namun kesibukannya di SAG itu tidak direstui istrinya. Wyman pun menceraikan Reagan pada 1948.

Keyakinan komunis semakin kuat di Hollywood. Reagan yang tidak setuju dengan itu, membantu membentuk Daftar Hitam agar komunis tidak menyentuh dunia perfilman.

Saat kongres untuk membahas Anti-American Activites, ia bertemu dengan seorang aktris yang seharusnya tidak ia masukkan ke dalam daftar simpatisan komunis. Ia adalah Nancy Davis, yang akhirnya menjadi istri Reagan pada 4 Maret 1952.

Tak lama kemudian, Reagan beralih ke acara televisi dan menjadi motivator. Karena kata-kata indahnya, ia pun muncul di panggung politik pada 1964 dalam sebuah pidato untuk kandidat presiden Partai Republik, Barry Goldwater.

Pada 1966, Reagan memenangkan jabatan gubernur California. Ia cukup berhasil saat itu hingga berani mencalonkan diri menjadi presiden.

Setelah mengalahkan Jimmy Carter, ia pun dilantik menjadi presiden pada 1980 di usianya yang ke-69 tahun. Reagan menjadi presiden terpilih tertua dalam sejarah AS.

Setahun berlalu, Reagan menjadi korban percobaan pembunuhan oleh John Hinckley, seorang pengintai yang terobsesi pada bintang film. Hinckley melakukan enam tembakan di luar hotel Hilton di Distrik Columbia (DC) dan melukai seorang polisi, petugas reparasi, sekretaris pers, dan Reagan sendiri dengan satu peluru di dadanya.

BACA JUGA: HISTORIPEDIA: Ketika Presiden AS Ronald Reagan Diberondong Timah Panas

Pelaku penembakan itu begitu mengagumi Jodie Foster yang berperan dalam film "Taxi Driver". Ia melakukan penembakan itu agar dapat memenangkan hati aktris perempuan tersebut.

Di sisi lain, Reagan yang beruntung tidak langsung tewas, malah bercanda dengan seorang dokter saat di rumah sakit. "Semoga Anda bukan Republicans (partai rivalnya)," kata Reagan kepada sang dokter.

BACA JUGA: HISTORIPEDIA: Salam Perpisahan Presiden ke-40 AS Ronald Reagan

Ia sembuh dan memimpin Amerika Serikat sampai 1989. Pada 1994, Reagan mengungkapkan bahwa ia menderita penyakit Alzheimer. Ia pun meninggal di rumah pada 5 Juni 2004.

(pai)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini