Polisi Selidiki Motif dan Rilis Nama Korban Penembakan di Gedung FedEx

Agregasi VOA, · Selasa 20 April 2021 06:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 18 2397495 polisi-selidiki-motif-dan-rilis-nama-korban-penembakan-di-gedung-fedex-404YqtDL4h.jpg 8 korban penembakan di Gedung FedEx (Foto: Facebook/WISH-TV/Family photos

INDIANAPOLIS - Polisi sedang menyelidiki motif  penembakan yang menewaskan delapan orang di gedung FedEx di Indianapolis, Indiana, pada Kamis (15/4) lalu.

Polisi merilis nama delapan korban. Empat di antaranya adalah orang Sikh, yaitu Amarjit Sekhon, 48, Jaswinder Kaur, 64, Amarjeet Johal, 66 , dan Jaswinder Singh, 68.

Empat korban lain diidentifikasi sebagai Matthew R. Alexander, 32, Samaria Blackwell, 19, Karlie Smith, 19, dan John Weisert, 74. Tujuh orang juga terluka.

Tersangka penembakan adalah pria 19 tahun bernama Brandon Hole, mantan karyawan di fasilitas itu. Hole bunuh diri setelah menembaki para korban. Polisi pada Sabtu (17/4) mengatakan Hole membeli secara resmi dua senapan serbu yang digunakan dalam serangan tersebut, meski ada undang-undang di Indiana yang bertujuan mencegah orang yang tidak stabil dan kasar untuk membeli senjata.

(Baca juga: Australia Batalkan Tarik Medali Ribuan Veteran Perang)

Tahun lalu, polisi menyita sebuah senjata dari rumah Hole setelah ibunya menelepon pihak berwenang. Ibunya khawatir Hole mungkin akan berusaha melakukan "bunuh diri oleh polisi," kata laporan Associated Press. Itu adalah suatu keadaan di mana seseorang memperlihatkan gerak gerik yang mengancam dan berusaha memprovokasi polisi untuk membunuhnya.

Pejabat Biro Investigasi Federal (FBI) Paul Keenan mengatakan dalam pernyataan, Jumat (16/4), bahwa FBI pernah menginterogasi Hole pada April 2020 dan "tidak menemukan idelogi ekstremisme kekerasan bermotif rasial" dalam penyelidikan itu.

(Baca juga: Sipir Wanita Ini Berhubungan Intim dengan Mafia yang Ditakuti di Penjara)

Komunitas Sikh, banyak di antaranya mengenakan turban dan sering dikira Muslim, telah menjadi target kejahatan bermotif kebencian di seluruh AS sejak serangan teroris 11 September 2011. Serangan terhadap Sikh yang paling buruk adalah penembakan tujuh orang Sikh di Oak Creek Gurdwara, atau rumah ibadah Sikh, di Wisconsin pada 2012.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini