Tak Terima Dipecat, Eks Ketua DPC Ini Ajukan Gugatan ke Mahkamah Partai Demokrat

Bima Setiyadi, Koran SI · Selasa 20 April 2021 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 512 2397928 tak-terima-dipecat-eks-ketua-dpc-ini-ajukan-gugatan-ke-mahkamah-partai-demokrat-OwlIT7txDI.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kisruh di dalam Partai Demokrat nampaknya masih jauh dari kata usai, meski Kemenkumham telah memutuskan kepengurusan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) adalah yang sah. Pasalnya, beberapa mantan kader yang dipecat tak terima dengan keputusan pemecatannya.

Salah satu contohnya seperti mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tegal Ayu Palaretins yang mengajukan gugatan pembatalan atas pemecatan dirinya ke Mahkamah Partai Demokrat di DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, pada hari ini, Selasa (20/4/2021).

Selain itu, Ayu juga turut menggugat AD/ART Partai Demokrat tahun 2020 karena ada hubungannya dengan pemecatan tersebut.

"Agenda kami hari ini untuk mengajukan gugatan pembatalan pemecatan saya sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tegal. Sekaligus mengajukan gugatan pembatalan AD/ART tahun 2020," kata Ayu dalam keterangan tertulis.

Baca juga: Kubu Moeldoko Tak Hadir, Sidang Gugatan AD/ART Partai Demokrat Ditunda

Ayu yang didampingi tim kuasa hukumnya menilai proses pemecatan dirinya sebagai kader partai berlambang mercy tersebut amat tak jelas. Sebab, menurutnya, keputusan tersebut dilakukan tanpa diberitahu kesalahannya.

Baca juga: Namanya Dicatut, 3 Ketua DPC Demokrat Polisikan Pengacara Kubu Moeldoko

"Tidak jelas alasan pemecatan itu. Secara umum saja dikatakan melanggar kode etik. Kode etik yang mana? Pemanggilan juga tidak pernah. Makanya saya ingin dipanggil untuk klarifikasi, tapi sampai sekarang tidak dipanggil," kata dia.

Sementara itu, Kuasa Hukum Ayu, Rudi Heryandi mengatakan pemecatan itu diduga melanggar mekanisme partai. Menurutnya, sebelum pemecatan mestinya ada pemanggilan terlebih dahulu oleh Dewan Kehormatan di tingkat DPC.

"Tahapan-tahapannya kan sudah jelas mekanismenya, tiba-tiba ada surat pemecatan yang disampaikan oleh ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah. Lalu berikutnya keluarlah SK Plt (Pelaksana Tugas), tidak jelas juga alasan pemecatannya itu apa," ujar Rudi.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini