Insiden di Panti Asuhan, Polisi AS Tembak Mati Gadis Remaja Kulit Hitam

Djairan, iNews · Rabu 21 April 2021 12:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 21 18 2398302 insiden-di-panti-asuhan-polisi-as-tembak-mati-gadis-remaja-kulit-hitam-XnP1DmOaih.jpg Foto: Reuters.

COLUMBUS - Seorang remaja perempuan kulit hitam berusia 15 tahun tewas ditembak polisi di Columbus, Negara Bagian Ohio, Amerika Serikat (AS), Selasa (20/4/2021). Pihak berwenang masih menyelidiki penembakan yang terjadi pada sore hari itu.

Stasiun televisi ABC melaporkan, berdasarkan keterangan keluarga, remaja tersebut bernama Makiyah Bryant. Sementara itu surat kabar Columbus Dispatch menyebut, kepolisian Ohio awalnya menerima laporan melalui panggilan 911 tentang dugaan upaya penikaman oleh remaja perempuan.

BACA JUGA: Derek Chauvin Dinyatakan Bersalah Atas Pembunuhan George Floyd dengan 3 Dakwaan

Polisi mendapat panggilan dari seseorang yang mengaku hendak ditusuk, lalu pelapor menutup telepon seketika. Petugas pun bergegas menuju lokasi, yakni sebuah panti asuhan di Legion Lane dan tiba pukul 16.45. Tidak lama setelah itu terdengar suara tembakan.

Remaja itu dilaporkan terluka dan dilarikan dalam kondisi kritis ke rumah sakit terdekat, lalu dinyatakan meninggal pada pukul 17.21.

Kepolisian belum memberikan informasi resmi mengenai identitas orang yang ditembak, termasuk data lainnya. Namun bibi korban, Hazel Bryant, memastikan perempuan yang ditembak merupakan keponakannya, Makiyah, yang tinggal di panti asuhan. Remaja itu disebut terlibat perselisihan dengan orang lain di panti asuhan.

BACA JUGA: Usai Putusan Bersalah Pembunuhan George Floyd, Obama Langsung Cuit Pernyataan Sikap di Twitter

Menurut Hazel, keponakannya memang membawa pisau saat kejadian, tapi dia sudah menjatuhkannya sebelum ditembak beberapa kali oleh polisi.

Tak lama setelah penembakan, penduduk setempat mendatangi lokasi sambil berunjuk rasa. Mereka meneriakkan ‘Black Lives Matter' dan 'Tidak ada keadilan, tidak ada perdamaian'.

Wali Kota Columbus Andrew Ginther mengatakan melalui Twitter, pihak berwenang sedang menyelidiki rekaman kamera di tubuh polisi dalam insiden tersebut. Penembakan ini terjadi beberapa saat sebelum pelaku kasus pembunuhan George Floyd, mantan polisi Derek Chauvin, diputus bersalah oleh pengadilan AS atas tuduhan pembunuhan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini