65. " Ada dua pengiringnya, semua perempuan sama rupa , yang mustahil dilukiskan. Tapi, di antara tiga sosok itu, satu , agak lain dari dua pengiringnya. Lama Sultan tak menyapanya, terperangah menatap dia ."
66. "dan mengamatinya lebih dekat. Sosok itu duduk tapi tak menyentuh tanah. Sultan berucap lirih: “Aku bertanya [namamu] / sebab aku terperangah.” Ratu [Kidul] jawab: “Pernah aku , berjanji kepadamu.
67. bahwa nanti, bila saatnya tiba, [Aku] takkan gagal menemuimu.” Sultan itu paham di hatinya. Maka terpikirlah ia , barangkali namanya Ratu Kidul , karna ia sangat muda. Sultan itu berucap tenang:
68. “Sekarang aku ingat.” Ratu [Kidul] lalu berkata lembut: “Jika aku boleh menolongmu, aku minta janji setia , begitu mereka sirna semua , setan-setan kafir itu [Belanda]."
69. " Kamu akan menolongku , demi Allah Yang Maha Kuasa , agar aku dapat kembali , jadi manusia lagi. , Lebih daripada itu, semua balatentaramu, , tidak usah bertempur, , karna akulah yang berjanji.
70. " Untuk melenyapkan setan-setan itu.” . Sultan berkata lembut: “Aku tak minta bantuanmu melawan sesamaku [makhluk manusia], karna dalam agama pertolongan hanya dari Allah.” Ratu [Kidul] langsung gaib."
"Bisa dilihat dari cerita ini bahwa penampakan Ratu Kidul di hadapan Diponegoro di Gua Langsé dan kemudian semasa Perang Jawa punya satu tujuan khusus. Sebagai ratu dunia roh halus leluhur Jawa, Ratu Kidul menawarkan bantuan kepada Diponegoro dengan syarat Pangeran memohon kepada Allah agar Ratu Kidul kembali jadi manusia dan dengan demikian mewujudkan pembebasannya dari nasib. Permintaan ini diajukan oleh sang Dewi kepada semua raja yang merupakan kekasihnya itu,"paparnya.