Gunakan Twitter untuk Cari Bantuan Tabung Oksigen, Pria Ini Dituntut Polisi

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 29 April 2021 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 18 2402790 gunakan-twitter-untuk-cari-bantuan-tabung-oksigen-pria-ini-dituntut-polisi-671egbybIG.jpg Tabung oksigen (Foto: Reuters)

INDIA - Polisi di India menuntut seorang pria yang menggunakan Twitter untuk mencoba mencari tabung oksigen untuk kakeknya yang sekarat.

Petugas di negara bagian Uttar Pradesh menuduh Shashank Yadav menyebarkan desas-desus tentang kekurangan oksigen "dengan maksud untuk menyebabkan ketakutan atau kekhawatiran".

Yadav disebut-sebut bisa menghadapi ancaman penjara.

Uttar Pradesh adalah salah satu negara bagian yang paling parah terkena dampak Covid-19 di India. Menteri utamanya, Yogi Adityanath, dituduh meremehkan parahnya krisis virus corona.

Awal pekan ini, Adityanath, sekutu sayap kanan Perdana Menteri Narendra Modi, menuntut agar siapa pun yang menyebarkan desas-desus dan propaganda, propertinya harus disita.

Dia juga mengatakan tidak ada rumah sakit negara bagian yang kekurangan oksigen, meskipun pemandangan sistem kesehatan yang kewalahan telah terungkap.

Petugas di kota Amethi mengklaim "tweet palsu" Yadav telah mendorong orang lain untuk membuat tuduhan terhadap pemerintah, dan mereka mengajukan tuntutan pidana terhadapnya pada Selasa (27/4) malam.

(Baca juga: Identitas Wanita yang Membuat Film Dewasa di Gunung Batur Bali Akhirnya Terkuak)

"Shashank Yadav telah dituntut karena menyebarkan informasi yang menyesatkan," kata Arpit Kapoor, seorang perwira polisi senior di Amethi, dikutip Indian Express.

Kritikus mengatakan langkah tersebut mencerminkan merosotnya kebebasan sipil dan kebebasan berbicara selama beberapa tahun terakhir.

Pada Senin (26/4), Yadav, 26, memasang posting singkat di platform media sosial yang meminta tabung oksigen dan menandai (tagging) aktor Bollywood Sonu Sood. Dia tidak menyebutkan virus corona atau apa yang diderita kakeknya.

Cuitan ini kemudian di-retweet oleh seorang teman, yang juga menghubungi seorang jurnalis di Wire. Dia memperkuat pesan tersebut, seperti yang dilakukan oleh banyak orang India terkemuka lainnya dalam krisis.

Menteri Kabinet Smiti Imrani, yang merupakan anggota parlemen untuk Amethi, juga di-tagging. Menter pun telah mencoba untuk menghubungi Yadav, dan telah memberi tahu pejabat setempat.

(Baca juga: Junta Myanmar Akan Dakwa Pemimpin Oposisi dengan Tuduhan Pembunuhan dan Pengkhianatan)

Yadav belum berkomentar sejak dakwaan diajukan. Sementara itu, sang kakek dikabarkan meninggal pada Senin (26/4) malam, tampaknya karena serangan jantung. Para pejabat mengatakan dia tidak menderita Covid-19, tetapi informasi di sekitar kematiannya masih belum jelas.

Diketahui, tekanan dan kritik atas Covid-19 semakin meningkat pada Perdana Menteri Modi.

Awal pekan ini muncul kemarahan setelah pemerintahnya memerintahkan Twitter untuk menghapus postingan yang mengkritik tindakannya.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini