Ulama Syekh Ali Amini Meninggal Ditembak saat Sholat di Masjid

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 03 Mei 2021 10:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 18 2404629 ulama-syekh-ali-amini-meninggal-ditembak-saat-sholat-di-masjid-WnHIuMAmyQ.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

KINSHASA - Seorang ulama senior Muslim di Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) timur ditembak mati saat sholat di masjid utama di Kota Beni.

Pria bersenjata itu menembak Syekh Ali Amini saat sholat Isya pada Sabtu (1/5/2021) dan kemudian melarikan diri, kata seorang aktivis hak asasi manusia.

Ulama itu adalah kritikus kuat militansi Islam di wilayah tersebut, kantor berita Reuters melaporkan.

BACA JUGA: Kemunculan Gunung Emas di Kongo Dikaitkan dengan Tanda Akhir Zaman

Kongo Timur telah dilanda ketidakstabilan yang parah, termasuk serangan yang diklaim oleh kelompok Negara Islam (IS).

Banyak kelompok bersenjata beroperasi di RD Kongo timur, warisan konflik yang mencengkeram wilayah itu pada 1990-an.

Dilaporkan BBC, pembunuhan Syakh Ali Amini di bulan Ramadhan telah mengejutkan Kota Beni, yang berpenduduk sekira 200.000 jiwa. Menurut aktivis hak asasi manusia di Beni, Stuart Muhindo ini adalah pembunuhan pertama terhadap ulama di kota tersebut.

"Itu terjadi pada pukul 19:15 saat sholat Isya. Tembakan di dalam masjid mengenai imam. Pria bersenjata itu melarikan diri karena kaki tangannya di luar masjid menunggu dengan membawa sepeda motor," kata Muhindo kepada BBC.

BACA JUGA: Wabah Ebola Muncul di Guinea, WHO Kirim Peringatan ke 6 Negara

Meskipun tidak jelas siapa yang berada di balik serangan itu, sebagian besar kekerasan di daerah itu dilakukan oleh kelompok pemberontak Muslim, Allied Democratic Forces (ADF).

Kelompok teroris ISIS telah mengklaim beberapa serangan ADF, tetapi tidak jelas seberapa kuat hubungan antara kedua kelompok tersebut.

ADF dibentuk lebih dari 20 tahun lalu di negara tetangga Uganda untuk melawan dugaan diskriminasi terhadap Muslim. Itu pindah ke RD Kongo timur setelah diusir dari pangkalannya oleh militer Uganda.

Kelompok tersebut telah meningkatkan serangan terhadap warga sipil sejak tentara RD Kongo melancarkan serangan terhadapnya pada Oktober 2019.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini