Lancarkan Serangan Udara, Helikopter Militer Myanmar Ditembak Jatuh

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 03 Mei 2021 18:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 18 2404956 lancarkan-serangan-udara-helikopter-militer-myanmar-ditembak-jatuh-ZljYGHxmHh.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

YANGON - Tentara Kemerdekaan Kachin (KIA), salah satu kelompok pemberontak paling kuat di Myanmar, pada Senin (3/5/2021) mengatakan pihaknya telah menembak jatuh sebuah helikopter setelah membalas tembakan menyusul serangan udara oleh militer.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan bahwa puluhan ribu warga sipil telah meninggalkan rumah mereka akibat pertempuran antara militer dan pemberontak etnis minoritas di wilayah perbatasan utara dan timur yang terpencil. Konflik meningkat setelah para jenderal Myanmar merebut kekuasaan pada 1 Februari, menggulingkan pemerintah terpilih yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi.

BACA JUGA: Pertempuran Sengit Pecah di Perbatasan Myanmar - Thailand

Kepala Departemen Informasi KIA, Naw Bu, mengatakan helikopter itu ditembak jatuh sekira pukul 10:20 pagi di sebuah desa dekat kota Moemauk di provinsi Kachin.

"Dewan militer melancarkan serangan udara di daerah itu sejak sekitar pukul 8 atau 9 pagi ini ... menggunakan jet tempur dan juga melepaskan tembakan menggunakan helikopter jadi kami balas menembak mereka," katanya melalui telepon sebagaimana dilansir Reuters. Dia menolak mengatakan senjata apa yang digunakan.

Portal berita MizzimaDaily dan Kachinwaves juga melaporkan jatuhnya helikopter di samping foto-foto yang menunjukkan asap keluar dari tanah.

BACA JUGA: 2 Pangkalan Udara Myanmar Diserang, Ledakan dan Tembakan Roket Terlihat

Seorang warga di daerah itu, yang menolak disebutkan namanya, mengatakan melalui telepon bahwa empat orang tewas di rumah sakit setelah peluru artileri menghantam sebuah biara di desa itu.

Reuters tidak dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen dan seorang juru bicara militer tidak menjawab panggilan telepon untuk meminta komentar.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak kudeta, dengan protes hampir setiap hari terhadap kekuasaan militer di seluruh negeri.

Pada Minggu, pasukan keamanan Myanmar melepaskan tembakan ke beberapa protes terbesar dalam beberapa hari, menewaskan delapan orang, media melaporkan.

Kelompok advokasi Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik mengatakan pasukan keamanan telah menewaskan sedikitnya 765 pengunjuk rasa sejak kudeta. Reuters tidak dapat mengonfirmasi jumlah korban.

Militer mengatakan pihaknya harus merebut kekuasaan karena keluhannya atas kecurangan dalam pemilihan November yang dimenangkan oleh partai Suu Kyi tidak ditangani oleh komisi pemilihan yang menganggap pemilu itu adil.

Suu Kyi, (75), telah ditahan sejak kudeta bersama dengan banyak anggota partainya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini