Motif Asmara, Perempuan Pengirim Sate Beracun Terancam Hukuman Mati

Suharjono, Koran SI · Senin 03 Mei 2021 12:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 510 2404696 kasus-pengiriman-sate-beracun-salah-sasaran-bermotif-asmara-FE7FC2Wv2u.jpg Anak driver ojol jadi korban sate beracun salah sasaran (Foto : KRJogja)

BANTUL - Jajaran Satreskrim Polres Bantul akhirnya berhasil menangkap perempuan pengirim takjil maut berisi sate beracun yang menewaskan Bocah berusia 9 tahun Naba Rais Prasetyo. Motif asmara menjadi salah satu alasan perempuan pengirim sate yang kemudian salah sasaran karena ditolak penerimanya.

Kasatreskrim Polres Bantul AKP Ngadu mengatakan, Setelah melakukan penyelidikan dan berdasarkan keterangan para saksi, pihaknya berhasil mengerucutkan kepada perempuan inisial Na (25) salah satu karyawan salon kecantikan.

Perempuan tersevyt berhasil ditangkap di Kalurahan Srimulyo, Piyungan. "Setelah diperiksa akhirnya dia mengakui perbuatannya. Awalnya ingin memberi pelajaran pada Tomy yang anggota polisi dan dicintainya meskipun sudah beristri," ujar AKP Ngadu kepada wartawan di Mapolres Bantul. Senin (3/5/2021).

Dijelaskannya, kasus pengiriman takil maut berawal saat Na kesal dengan Tomy. kemudian dia curhat pada salah satu rekan yang sebenarnya mencintainya. Saran lali-laki yang juga mencintai Na adalah dengan memberikan racun agar korban muntah mencret saja.

"Saran itu diamini oleh Na dengan menaruh KCN di bumbu sate yang dikirimkan, harapannya menjadi pembelajaran untuk Tomy," katanya.

Baca Juga : Anak Ojol Tewas Keracunan Usai Santap Sate dari Pelanggan Tak Dikenal

Namun, rencana mengirimkan lewat ojol tanpa aplikasi justru salah sasaran. Keluarga Tomy tidak mau menerima dengan alasan tidak kenal sehingga dibawa tukang ojol bernama Bandiman ke rumah untuk disantap bersama keluarga hingga berujung meninggalnya Naba Faiz Prasetyo.

"Pelaku dijerat Pasal 340 KUHP Sub Pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76c Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan Undang-undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Barang siapa yang sengaja dengan rencana terlebih dahulu yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, kemudian pertanggungjawabannya dengan hukuman pidana mati atau seumur hidup atau paling lama dua puluh tahun," pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini