Pengadilan India: Kematian Pasien Covid-19 Kekurangan Oksigen Sama dengan Genosida

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 05 Mei 2021 12:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 05 18 2405928 pengadilan-india-kematian-pasien-covid-19-kekurangan-oksigen-sama-dengan-genosida-65t0OsM9r6.jpg Kasus Covid-19 terus melonjak di India (Foto: Reuters)

INDIA - Pengadilan India pada Selasa (4/5) memutuskan jika kematian pasien Covid-19 karena kekurangan oksigen adalah "tindakan kriminal dan sama dengan genosida.

Keputusan ini di-posting di situs pengadilan. “Kematian pasien Covid-19 hanya karena tidak memasok oksigen ke rumah sakit adalah tindakan kriminal dan tidak kurang dari genosida oleh mereka yang telah dipercayakan tugas tersebut untuk memastikan pengadaan berkelanjutan dan rantai pasokan oksigen medis cair,” tulis Pengadilan Tinggi Allahabad, yang memiliki yurisdiksi atas negara bagian Uttar Pradesh terpadat di India.

Dua hakim pengadilan membuat pernyataan tersebut selama sidang terkait dengan krisis Covid-19 di Uttar Pradesh, yang merupakan salah satu negara bagian terparah di gelombang kedua pandemi mematikan di India.

Dalam kritik keras terhadap penanganan krisis oleh pemerintah Uttar Pradesh, pengadilan tinggi negara bagian mengutip video yang menunjukkan penimbunan tabung oksigen dan pelecehan terhadap orang-orang miskin yang mengemis untuk tabung oksigen.

(Baca juga: Pria Bersenjata Parang Serang Tempat Pengasuhan, Tewaskan 3 Anak)

"Kami menemukan berita ini menunjukkan gambaran yang cukup bertentangan dengan klaim pemerintah (negara bagian) bahwa ada cukup pasokan oksigen," kata pengadilan.

Ini menunjukkan dua cerita spesifik pasien Covid-19 yang diduga meninggal karena kekurangan oksigen di kota Meerut dan Lucknow, dan mengarahkan pemerintah negara bagian untuk mengambil "tindakan perbaikan segera" serta memerintahkan penyelidikan atas dua kasus tersebut.

Pengadilan juga mencatat protokol dan pedoman Covid-19 bisa saja dilanggar selama penghitungan suara dalam pemilihan lokal yang diadakan baru-baru ini - dan memerintahkan otoritas pemilihan negara bagian untuk menyediakan CCTV penghitungan tersebut.

(Baca juga: Ibu di Mali Melahirkan 9 Bayi Sekaligus)

Sementara itu, pemerintah negara bagian belum secara resmi menanggapi putusan tersebut.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini