TULUNGAGUNG - Puluhan warga satu kampung di kawasan zona merah Covid-19, Desa Banyuurip, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (5/5/2021) menjalani "rapid test" massal demi mendeteksi sebaran virus corona usai kematian enam orang secara beruntun di daerah itu, dengan tiga di antaranya berstatus positif Covid-19.
Proses pengambilan sampel darah warga untuk dilakukan pemeriksaan cepat dengan reagen antibodi dilakukan di Balai Desa Banyuurip. Akan tetapi di awal pelaksanaan "tracing" kasus, hanya sedikit warga yang hadir untuk menjalani tes cepat Covid-19.
Baca Juga: Pasien Covid-19 Meninggal saat Berusaha Kabur dari ICU RSUD
Dari target penelusuran kepada 200 warga yang menjadi kontak erat dengan 12 penderita Covid-19 yang sudah terkonfirmasi sebelumnya (tiga di antaranya meninggal dunia), hanya 50-an orang yang hadir di balai desa dan menjalani prosedur rapid test hingga tes usap PCR.
Hal ini membuat petugas bagian tracing dari Dinkes Tulungagung dengan dibantu perangkat desa setempat, memilih cara "jemput bola" dengan mendatangi warga yang menjadi sasaran pemeriksaan, dari rumah ke rumah.
"Rapid test massal ini dilakukan lantaran ada 12 warga yang dinyatakan positif Covid-19, dan tiga di antaranya meninggal dunia dalam waktu hampir bersamaan," kata Kades Banyuurip Sugianto.