Jumlah warganya yang meninggal dalam tempo berdekatan sebenarnya ada enam orang. Tiga orang berstatus positif Covid-19, sedang tiga lainnya belum sempat dilakukan prosedur pemeriksaan kesehatan sehingga belum diketahui statusnya apakah juga terpapar corona atau meninggal wajar sebab penyakit lain.
"Kami tidak berani ambil risiko, sehingga prosedur pemakaman tetap dilakukan dengan protokol Covid-19," imbuhnya.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Bertambah 5.285, Jabar dan DKI Jakarta Tertinggi
Untuk mencegah penularan menyebar keluar kampung, dua lingkungan RT yang menjadi sentra penyebaran wabah corona kini dilakukan pembatasan akses keluar-masuk.
Tidak boleh ada satupun warga lingkungan setempat yang keluar, kecuali ada alasan yang dilaporkan kepada petugas jaga. Pun demikian halnya dengan warga dari luar lingkungan tersebut juga tidak diperkenankan masuk, kecuali petugas yang berkepentingan dalam penanganan wabah di daerah tersebut.
"Untuk logistik, warga yang terkonfirmasi positif disuplai oleh pihak desa. Segala upaya sudah kita lakukan secara maksimal,” kata Sugianto.