Kembali Catat Rekor, India Laporkan 412 Ribu Kasus Harian Covid-19, Hampir 4.000 Kematian

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 06 Mei 2021 15:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 06 18 2406619 kembali-catat-rekor-india-laporkan-412-ribu-kasus-harian-covid-19-hampir-4-000-kematian-Fw0OuLFt4t.jpg Foto: Reuters.

NEW DELHI - India melaporkan rekor 412.262 kasus COVID-19 baru pada Kamis (6/5/2021) dan rekor kematian harian 3.980, ketika gelombang kedua infeksi membanjiri sistem kesehatan dan menyebar dari kota-kota ke pedesaan yang luas.

Infeksi COVID-19 di negara terpadat kedua di dunia telah melonjak melampaui 21 juta, dengan jumlah kematian 230.168, data kementerian kesehatan menunjukkan.

BACA JUGA: Kasus Covid-19 di India Tembus 20 Juta

Dengan rumah sakit berjuang mencari tempat tidur dan oksigen sebagai tanggapan terhadap lonjakan infeksi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan dalam laporan mingguan bahwa India menyumbang hampir setengah dari kasus virus korona yang dilaporkan di seluruh dunia minggu lalu dan seperempat dari kematian.

Pakar medis mengatakan angka aktual India bisa lima hingga 10 kali lipat dari penghitungan resmi.

Krisis COVID-19 paling parah di India tercatat di ibu kota, New Delhi, di antara kota-kota lain, tetapi di daerah pedesaan, rumah bagi hampir 70% dari 1,3 miliar penduduk India, layanan kesehatan publik yang terbatas menimbulkan lebih banyak tantangan.

Penasihat ilmiah terkemuka India telah memperingatkan kemungkinan gelombang ketiga infeksi Covid-19.

"Fase 3 tidak bisa dihindari, mengingat tingginya tingkat virus yang beredar," kata penasihat ilmiah utama pemerintah, K. VijayRaghavan dalam jumpa pers pada Rabu (5/5/2021) sebagaimana dilansir Reuters.

BACA JUGA: Kisah Sedih Dokter Hamil di India Meninggal Usai Terpapar Covid-19

"Tapi tidak jelas pada skala waktu apa fase 3 ini akan terjadi... Kita harus bersiap untuk gelombang baru."

Perdana Menteri Narendra Modi telah banyak dikritik karena tidak bertindak cepat untuk menekan gelombang kedua, setelah festival keagamaan dan demonstrasi politik menarik puluhan ribu orang dalam beberapa pekan terakhir dan menjadi acara "penyebar super".

Lonjakan infeksi juga bertepatan dengan penurunan drastis dalam vaksinasi karena masalah pasokan dan pengiriman, meskipun India adalah produsen vaksin utama.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini