Muslim India Padati Pasar untuk Persiapan Hari Raya Idul Fitri

Agregasi VOA, · Sabtu 08 Mei 2021 09:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 08 18 2407562 muslim-india-padati-pasar-untuk-persiapan-hari-raya-idul-fitri-w87mifSn3a.jpg Warga Muslim India berkerumun di pasar di depan Masjid Charminar (Foto: AP)

INDIA - Tidak semua warga Muslim India tampaknya memedulikan pandemi Covid-19 yang terus berkecamuk di negara mereka. Dengan mengabaikan risiko terjangkit, warga Muslim di bagian selatan kota Hyderabad memadati pasar-pasar dalam kerumunan besar untuk berbelanja keperluan menyambut perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Seorang warga setempat, Mukhram, mengemukakan, sebelum memberlakukannya pada masyarakat awam, para pemimpin nasional dan legislator sendiri harus mengikuti pedoman Covid-19, agar masyarakat biasa juga mengikuti mereka. “Pemerintah federal mengatakan tidak ada virus corona dan para pemimpin mengumpulkan massa dan menyatakan virus corona tidak eksis,” ujarnya.

 "Jika orang pergi ke rapat-rapat umum mereka maka tidak ada virus, tetapi, virus ada sewaktu kita keluar berbelanja. Mereka tidak membicarakan tentang pertemuan besar-besaran di (festival keagamaan Hindu) ‘Mahakumbh’ tetapi membicarakan tentang pertemuan Jemaah Tabligh,” tambahnya.

Secara umum, Muslim India merayakan Ramadhan yang berbeda tahun ini dengan tetap tinggal di rumah dan memerangi virus mematikan itu. Kemeriahan Ramadhan sendiri tampak jauh berkurang di Bhopal, kota di India Tengah, karena masjid-masjid tetap sepi tanpa kehadiran jemaah maupun suara lantunan bacaan Quran, doa dan zikir.

(Baca juga: WHO: Kasus Covid-19 Lebih Banyak dalam 2 Pekan Terakhir daripada 6 Bulan Pertama Pandemi)

 "Semua masjid ditutup. Saya yakin kita harus bersatu dan membantu pemerintah memerangi Covid-19. Situasi ini membuat kita harus salat di dalam rumah saja, kita juga harus berdoa kepada Tuhan. Kalau tidak, pandemi tidak akan berakhir,” terang Javed Kahan, warga Bhopal.

 Di Lucknow, kota di bagian utara yang juga ibu kota negara bagian Uttar Pradesh, hanya beberapa orang saja yang terlihat salat. Mereka tampak tetap menjaga jarak.

Lalu bagaimana suasana menjelang berakhirnya Ramadhan di beberapa kota di India? Warga Muslim India mengikuti salat Jumat secara terbatas pada Jumat (7/5) terakhir Ramadhan ini, mengingat restriksi terkait virus corona.

(Baca juga: Dianggap Sebagai Setan, Penyelidikan tentang Alien Dihentikan)

Kekhawatiran mengenai perebakan gelombang kedua virus corona telah menutup sebagian besar masjid di berbagai penjuru negara itu, yang biasanya dipadati jemaah selama bulan suci umat Islam ini.

"Kami harus mengambil langkah-langkah pencegahan terhadap Covid-19. Kami harus menjaga jarak sosial dan mengenakan masker,” terang seorang ulama di Hyderabad, Telangana, Hafiz Mohammad Zakhir.

"Saya juga meminta komisaris polisi dan pihak berwenang lainnya, karena mereka menetapkan denda 1.000 rupee (sekitar 193 ribu rupiah – red.) untuk pelanggaran norma-norma keselamatan, maka mereka harus mengerahkan polisi dan aparat keamanan di daerah-daerah padat seperti Charminar, agar masyarakat juga waspada dan mereka akan tahu mengenai pentingnya mengenakan masker,” imbuhnya.

Badan-badan Islam di India memang telah mendesak warga Muslim untuk tetap tinggal di dalam rumah dan salat di rumah selama Ramadhan.

India sedang berada di tengah gelombang kedua wabah virus corona. Sedikitnya 300 ribu orang dinyatakan positif terjangkit virus itu setiap hari pada pekan lalu, dan ini menyebabkan total kasus di negara itu melampaui 21 juta orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini