Roket China Diperkirakan Akan Jatuh ke Bumi pada Akhir Pekan Ini

Agregasi VOA, · Sabtu 08 Mei 2021 09:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 08 18 2407567 roket-china-mungkin-akan-jatuh-ke-bumi-pada-akhir-pekan-ini-SYtWSisDZb.jpg Roket Long March 5B milik China lepas landas pada 29 April lalu (Foto: AFP)

WASHINGTON - Bagian terbesar dari roket yang mengangkut modul utama dari stasiun antariksa China ke dalam orbit diperkirakan akan jatuh ke Bumi pada Sabtu (8/5) waktu setempat. Namun, lokasinya tidak jelas.

Kantor berita Associated Press (AP) melaporkan bagian roket seperti itu, tingkat pertama yang biasanya dilepaskan setelah peluncuran, akan masuk kembali ke Bumi tidak lama setelah lepas landas. Modul utama ini biasanya diatur sedemikian sehingga jatuh di daerah perairan, dan tidak melakukan orbit sebagaimana yang terjadi pada bagian roket ini.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) menduga tubuh roket ini akan jatuh ke Bumi pada Sabtu (8/5).

“Di mana jatuhnya tidak bisa dipastikan sampai beberapa jam sebelum re-entry atau sebelum masuk ke atmosfer Bumi,” kata Pentagon pada Selasa (4/5).

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin, Kamis (6/5), mengatakan, pihak militer Amerika tidak punya rencana untuk menembak jatuh tubuh roket itu.

(Baca juga: Muslim India Padati Pasar untuk Persiapan Hari Raya Idul Fitri)

Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki pada jumpa pers pada Rabu (5/5) mengatakan, Komando Antariksa Amerika tahu dan melacak lokasi roket China ini.

Badan Antariksa China masih harus memberitahukan apakah bagian roket dari roket raksasa Long March 5B ini terkendali atau akan jatuh ke bumi tanpa kendali.

Mei lalu, sebuah roket China lainnya jatuh tanpa kendali ke Samudra Atlantik di lepas pantai Afrika Barat.

Rincian dari bagian roket ini dan kintasannya tidak diketahui karena pemerintah China belum secara publik memberitahukan jadwal re-entry atau masuk ke atmosfer Bumi.

Telepon ke Badan Antariksa Nasional China tidak dijawab pada Rabu (5/5), yang kebetulan hari libur.

(Baca juga: WHO: Kasus Covid-19 Lebih Banyak dalam 2 Pekan Terakhir daripada 6 Bulan Pertama Pandemi)

Namun, harian Global Times, yang diterbitkan oleh Partai Komunis China mengatakan, tubuh roket yang terbuat dari aluminium tipis ini akan secara mudah terbakar ketika masuk ke atmosfer, sehingga tidak membahayakan untuk orang di Bumi.

Organisasi nirlaba, Aerospace Corporation, mengantisipasi kepingan tubuh roket ini akan jatuh di Pasifik dekat khatulistiwa setelah melewati kota-kota di pesisir timur Amerika. Orbitnya melintasi sebuah jalur dari planet bumi mulai dari Selandia Baru sampai ke Newfoundland.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini