Sejumlah 5 ekor dipindah, sekarang beranak bertambah 4 ekor hingga berjumlah 9 ekor. Kemudian 3 ekor berada di tempat abdi dalem kecamatan Cepogo , 1 ekor berada di rumah abdi dalem kecamatan Selo. Total kerbau turun Kiai Slamet ini berjumlah 13 ekor.
"Kerbau -kerbau ini memiliki nama seperti halnya manusia ada yang bernama Si Pahang, Pon, Jalu, Inem," ucapnya.
Selama menjadi Srati Kerbau turun Kiai Slamet, Ahmadi memiliki pengalaman unik karena ada kebiasaan setiap malam jumat Pahing kerbau bule ini biasa dikirapkan di alun alun Pengging. Sejak pandemi Covid-19 maka tardisi itu berhenti.
"Pernah suatu malam jumat pahing kerbau ini membuka kandang dan keluar menuju alun alun Pengging berjalan memutar satu kali kemudian pulang lagi ke kandangnya. Maka tidak heran jika setiap malam Jumat pahing pasti berisik minta dikeluarkan dari kendang untuk dikirabkan mengelilingi Alun Alun Pengging," demikian kata KRAT Ahmadi Hadinagoro.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.