Kisah Bocah Kulit Hitam Meregang Nyawa di Kursi Listrik, 70 Tahun Kemudian Hukumannya Dibatalkan

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 13 Mei 2021 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 12 18 2409346 kisah-bocah-kulit-hitam-meregang-nyawa-di-kursi-listrik-70-tahun-kemudian-hukumannya-dibatalkan-f3JvtmOyJZ.jpg Bocah kulit hitam dihukum mati di kursi listrik (Foto: Carolina Skeletons)

SOUTH CAROLINA– Ini adalah kisah menyedihkan tentang seorang anak Afrika-Amerika yang tidak bersalah yang harus dihukum mati di kursi listrik setelah diputus bersalah karena pembunuhan hanya dalam waktu 10 menit oleh juri berkulit putih.

George Stinney Jr, yang berusia 14 tahun saat meninggal pada tahun 1944, adalah orang termuda yang dieksekusi di Amerika Serikat (AS) selama abad ke-20.

Lebih dari 70 tahun kemudian, pada bulan Desember 2014, hukuman pembunuhan George dibatalkan oleh hakim di South Carolina.

Dia dituduh melakukan pembunuhan ganda yang mengerikan terhadap dua gadis kulit putih di kota kecil Alcolu, Carolina Selatan pada Maret 1944.

Mayat Betty June Binnicker, 11, dan Mary Emma Thames, 8, ditemukan dengan tengkorak yang retak. Keduanya dipukul sampai mati dengan paku rel kereta api.

Polisi menangkap George kecil setelah diketahui jika dia melihat dua korban sehari sebelumnya.

Dia dibawa dari rumahnya oleh polisi yang kemudian mengklaim dia mengaku melakukan pembunuhan ganda meskipun tidak ada pengakuan tertulis yang pernah dibuat.

Termasuk tidak ada bukti fisik yang mengaitkannya dengan kejahatan tersebut.

(Baca juga: Derek Chauvin Dinyatakan Bersalah Atas Pembunuhan George Floyd dengan 3 Dakwaan)

Sejak saat itu, orang tuanya tidak pernah diizinkan untuk mengunjunginya.

Sidang kasus George kecil yang digelar selama tiga jam di South Carolina dikenal sebagai salah satu kegagalan keadilan paling mengerikan yang pernah dilakukan di negara bagian itu.

George dijatuhi hukuman mati oleh juri yang terdiri dari 12 pria kulit putih yang mengembalikan vonis bersalah setelah hanya 10 menit musyawarah.

Hanya dua bulan kemudian, anak berusia 14 tahun itu dibawa ke dalam ruang eksekusi. Melalui foto dokumentasi terlihat George kecil menangis dan ketakutan.

Laporan surat kabar lokal mengatakan para penjaga kesulitan mengikat anak kecil itu ke kursi listrik yang dirancang hanya untuk orang dewasa. George kecil saat itu memiliki tinggi 155 sentimeter dan berat 43 kg.

Bangku listrik itu akhirnya diberi tambalan buku petunjuk telepon yang tebal, agar George kecil bisa duduk.

(Baca juga: Dianggap Rasis, Kepala Sekolah Kulit Putih di Sekolah Katolik Diberhentikan)

Beberapa saat kemudian, gelombang listrik pertama sebesar 2.400 volt meledak ke tubuh kecilnya sebelum helm berukuran dewasa yang digunakannya terlalu besar dan akhirnya terlepas. Di saat itulah terlihat air mata George kecil mengalir deras.

Kemudian gelombang listrik kedua diberikan, dan akhirnya George dinyatakan meninggal pada 16 Juni 1944.

Pada Desember 2014, vonis pembunuhan George dibatalkan oleh hakim Carolina Selatan.

Hakim Carmen Mullen mengungkapkan bahwa pengacara bocah itu memanggil "sedikit atau tidak ada saksi", dan gagal memeriksa silang para penuduhnya dengan benar.

Adik George, Amie Ruffner bersaksi selama proses banding jika George ada di rumah pada hari ketika dua gadis terbunuh dan tidak mungkin membunuh mereka.

Amie mengatakan dia menyaksikan George ditangkap oleh polisi kulit putih ketika dirinya baru berusia delapan tahun.

Dia mengatakan dirinya melihat George hanya ketika George sudha meninggal setelah dihukum mati di kursi litrik. Amie melihat "wajahnya yang terbakar" di peti mati terbuka di pemakamannya.

Amie mengatakan keluarganya dipaksa keluar dari Alcolu karena kasus tersebut dan dia tidak pernah kembali sejak itu.

"Pada hari-hari itu, ketika Anda berkulit putih Anda benar, ketika Anda berkulit hitam Anda salah,” terangnya.

Kisah sedih George ini sempat diangkat ke layar televisi pada 1991 berjudul “Carolina Skeletons”. Film ini didasarkan pada buku yang sama yang ditulis oleh keponakan George, David Stout.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini