Dilihat dari tulisannya Soekarno berusaha memaknai perang dan penderitaan serta harapan akan kemenangan akan datang setelah kesusahan. Makna seruan Soekarno tersebut seirama dengan seruan dengan Lebaran Kita haroes merajakan Lebaran sekarang ini didalam semangat tahan-menderita itoelah! Satu boalan kita berpuasa! MELATIH DIRI TAHAN-MENDERITA! Marilah kita hadapi ,,tahoen jang baroe ini sebagai satoe bangsa, jang benar-benar berlatih tahan-menderita didalam boelan Ramadhan.
Soekarno berusaha menganalogikan puasa sebagai penderitaan untuk melatih diri dan Lebaran sebagai kemerdekaan dan buah hasil dari penderitaan atau perjuangan.
Di akhir tulisannya Sokarno menulis: Maka kemenangan-achir pasti dipihak kita! Kalimat ini merefleksikan bukan hanya kemenangan dari satu bulan berpuasa, tapi kemenangan atas perjuangan selama berjuang.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.