Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Di Bawah Pulau Jawa Banyak Rongga dan Rekahan

Doddy Handoko , Jurnalis-Jum'at, 14 Mei 2021 |07:33 WIB
Di Bawah Pulau Jawa Banyak Rongga dan Rekahan
Ilustrasi gempa.(Foto:BMKG)
A
A
A

Mengapa alam yang telah tua dan rapuh, nasibnya tergantung kepada diri manusia? Struktur alam yang tampak perkasa ternyata tak berdaya menopang dirinya tanpa dukungan spirit yang tulus dari manusia yang tumbuh di atasnya.

Padahal manusia telah mengambil inti sari energinya menjadi tubuh fisik manusia yang terus berkembang menyatu bersinergi dengan kekuatan serta energi ruh dan jiwanya.

Maka alam akan hancur berantakan melalui proses bencana alam seperti gempa bumi, dan meledaknya gunung berapi. Ketidaktahuan manusia berbuat kesalahan dan bertentangan dengan hukum alam juga menimbulkan bencana antara lain keluarnya lumpur panas di Porong. Serta muncul banyak jenis bibit penyakit yang mematikan.

“Lalu bagaimana sikap dan pola hidup manusia makhluk akali ciptaan-Nya yang paling sempurna dalam menghadapi segala macam bencana alam yang sedang terjadi?”, tanyanya.

Dia menjelaskan, ditinjau dari latar belakang awal mula terjadinya alam semesta (sangkan paraning dumadi) serta hakekat jatidiri adalah kolaborasi samudera energi, pengabdian kepada sang khaliq dan proses evolusi menuju kesempurnaan sejati yang dikemas indah dengan tatanan hukum ilahi yang kodrati.

Inilah sebenarnya misteri pagelaran permainan agung sang pencipta dan hukum alam yang kodrati tersebut adalah hukum kesatuan (law of unity) yaitu hukum potensialitas sejati yang ada di dalam diri setiap manusia.

Potensi inilah sebenarnya yang bisa digunakan membantu harmonisasi eksosistem alam semesta termasuk planet bumi.

(Sazili Mustofa)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement