PM Israel Sebut Serangan ke Palestina Belum Selesai

Agregasi BBC Indonesia, · Sabtu 15 Mei 2021 04:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 15 18 2410347 pm-israel-sebut-serangan-ke-palestina-belum-selesai-UuVMlUKiHg.jpg PM Israel Benjamin Netanyahu (Foto: AP)

Warga Palestina di Gaza utara menyelamatkan diri dari pengeboman Israel. Banyak keluarga yang mengungsi ke Kota Gaza, tempat penampungan semantara. Sebagian mengungsi ke sekolah yang diorganisir PBB di Gaza.

"Malam sangat sulit karena peluru kendali, serangan udara dan dihancurkannya rumah-rumah," kata Kamal al-Haddad kepada kantor berita AFP.

"Semua anak takut dan kami khawatir atas anak-anak kami."

Ahmad Abu Asal, warga lain mengatakan ia menggendong anaknya yang sakit sepanjang malam. Pengeboman acak dan kami tak bisa bergerak.

Sementara Salwa al-Attar mengatakan kepada AFP ia merasa terperangkap seperti film horor.

"Kami merasa di film horor namun kondisinya lebih parah. Ada percikan api di rumah dan menyebar cepat. Kami tak bisa keluar dan saya peluk anak-anak saya."

"Pengeboman di mana-mana, saat kai bulai bergerak, ada serangan lagi. Pesawat bergaung di atas kami dan tank-tank juga mengebom. Kami tak bisa bergerak. Anak-anak, perempuan, pria semua berteriak. Saya tak pernah mengalami kondisi terparah seperti ini dalam hidup saya," tambahnya.

Saling serang antara kelompok Palestina dan tentara Israel meningkat signifikan di Jalur Gaza dan PBB mengkhawatirkan terjadinya "perang skala penuh".

Lebih dari 1.000 roket diluncurkan oleh kelompok Palestina selama lebih 38 jam dengan sebagian besar diarahkan ke Tel Aviv.

Sekretaris Jendral PBB, António Guterres sangat prihatin atas berlanjutnya kekerasan. Sementara itu, Israel melancarkan ratusan serangan udara, menghancurkan dua blok gedung di Gaza.

Para warga yang meninggalkan kawasan Shejaiya di Kota Gaza mengatakan gempuran artileri telah jatuh menimpa rumah mereka.

"Ada banyak gempuran dan semua anak-anak takut. Bahkan kami orang dewasa yang telah berada dalam perang sejak kanak-kanak, kami takut dan tidak tahan lagi," kata Um Raed al-Baghdadi kepada kantor berita AFP.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini