"Selama 50 tahun terakhir, Israel terus mengukuhkan pendudukannya dengan membangun permukiman bagi ratusan ribu warga Yahudi yang sebelumnya minoritas, kini menjadi mayoritas populasi yang menggusur bangsa Palestina," urainya.
Baca juga: Ketum PBNU Akan Bertemu Dubes Palestina Malam Ini
Said menjelaskan, dalam menghadapi Israel, sayangnya para pejuang Palestina terbelah Fatah setuju solusi dua negara, sebagaimana disepakati dalam Perjanjian Oslo 1993, tetapi Hamas menolak dan ingin mendirikan Palestina berdasarkan Islam.
Sementara Fatah berhaluan nasionalis sekuler. Kedua faksi terkunci dalam perang saudara sejak 2006 Hamas menguasai Gaza, Fatah menguasa Tepi Barat. "Polarisasi faksi-faksi pejuang Palestina ikut menyulitkan proses penyelesaian konflik Israel-Palestina," tambahnya.
Saat ini dikabarkan ada 188 orang warga sipil, termasuk wanita dan anak anak yang meninggal dunia, serta 1000 lebih korban luka-uka dan bangunan yang porak poranda.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.