Setelah Guncangan M6,7, BMKG Catat Terjadi 50 Kali Gempa Susulan di Nias

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 17 Mei 2021 10:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 17 608 2411041 setelah-guncangan-m6-7-bmkg-catat-terjadi-50-kali-gempa-susulan-di-nias-ejCQJukmsi.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga Senin 17 Mei 2021, mencatat terjadi 50 kali gempa susulan di Kabupaten Nias, Sumatera Utara. Setelah sebelumnya pada Jumat, 14 Mei 2021 pukul 13.33.09 WIB terjadi gempabumi berkekuatan M 7,2 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M 6,7.

Di mana episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,2 LU dan 96,69 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 125 km arah Barat Daya Kota Lahomi, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara pada kedalaman 10 km.

“Hingga Senin pagi BMKG mencatat gempa susulan di Barat Daya Nias sebanyak 50 kali. Magnitudo gempa susulan terbesar 5,4 dan terkecil 2,0. Gempa susulan terakhir terjadi kemarin, hari Minggu (16/5) pukul 11.59.46 WIB dengan magnitudo 3,4,” ungkap Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono dalam keterangannya, Senin (17/5/2021).

Sebelumnya, Kepala Badan, Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati telah menghimbau gempa susulan akan terus terjadi pasca gempa Nias. “Saya mohon karena gempa-gempa susulan diperkirakan masih akan terus terjadi. Jadi saya mohon gempa-gempa susulan diperkirakan masih akan terus terjadi,” tegas Dwikorita.

Baca Juga : Korban Terakhir Perahu Terbalik di Waduk Kedung Ombo Ditemukan, Basarnas Resmi Hentikan Pencarian

Oleh karena itu, Dwikorita meminta agar masyarakat terdampak menghindari bangunan yang retak akibat gempa. “Maka, kami menghimbau agar masyarakat di wilayah terdampak menghindari bangunan yang sudah retak diakibatkan oleh gempa. Meskipun dengan tetap tenang tidak terpengaruh isu yang tidak bertanggung jawab.”

“Kemudian kami himbau pula agar segera diperiksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda, apakah cukup kuat atau cukup tahan terhadap gempa bumi. Ataupun mohon pastikan tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum bapak ibu semua kembali ke rumah masing-masing lagi. Sekali lagi, mohon pastikan bangunan tempat tinggal Bapak Ibu masih cukup kuat, cukup aman cukup stabil,” tegas Dwikorita.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini