Genus buaya ini pertama dilaporkan oleh ABC News. Tengkorak yang ditemukan pada 2009 itu tidak dipamerkan di Museum and Art Gallery of the Northern Territory dalam bentuk aslinya namun dalam bentuk 3 Dimensi.
Menyiapkan fosil buaya seperti ini memerlukan waktu lama untuk dibersihkan dan diperbaiki, kata Dr Yates.

"Saat ditemukan di bawah tanah, tengkorak ini penuh kotoran...kami menggunakan banyak lem agar tetap terekat saat diangkat. Saya mempersiapkan fosil ini perlahan-lahan," katanya lagi.
"Ini temuan yang spesial," tutupnya.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.