37 Milisi Kongo Serahkan Diri ke Satgas TNI

Riezky Maulana, iNews · Kamis 20 Mei 2021 19:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 20 18 2413150 37-milisi-kongo-serahkan-diri-ke-satgas-tni-HsIwmR0Tdr.jpg 37 milisi Kongo meyerahkan diri ke Satgas TNI (Foto: TNI)

JAKARTA - Sebanyak 37 milisi Rai Mutomboki Mabuli menyerahkan diri ke Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda XXXIX-C BGC Rapid Deployable Battalion (RDB) Monusco Kongo. Puluhan orang itu merupakan milisi pimpinan Mabuli Mwadanamu Mazi.

Wadan Satgas TNI Konga Letkol Inf Ari Sunu menuturkan, kelompok milisi ini kerap kali meresahkan masyarakat dengan melakukan serangkaian kejahatan, mulai dari perampokan, pemerkosaan, hingga pembunuhan.

"Beberapa waktu lalu ada kejadian penembakan di Desa Lumbuge dengan dua korban sipil tewas karena luka tembak dan empat korban sipil cidera yang dilakukan oleh milisi RM Mabuli," ujar Sunu dalam keterangannya, Kamis (20/5/2021).

Dia menjelaskan akibat ulahnya, milisi tersebut menjadi target pengejaran oleh tentara lokal. Menurutnya, mereka senantiasa keluar masuk hutan, namun makin lama semakin terdesak.

Seiring dengan itu, kata dia, Satgas TNI Konga XXXIX-C BGC terus melaksanakan kegiatan Civil Military Coordination (Cimic) dan Long Range Mission (LRM) untuk membantu masyarakat sekitar di desa Luhago.

"Ternyata upaya yang dilakukan prajurit TNI mampu menarik perhatian milisi Rai Mutomboki Mabuli, sehingga dapat meyakinkan kelompok milisi tersebut untuk bersedia menyerahkan diri," tuturnya.

"Kita bisa meyakinkan bahwasanya Monusco akan merehabilitasi dan memberikan kehidupan yang lebih layak dengan memberikan pelatihan ketrampilan dan rasa aman kepada mereka," katanya melanjutkan.

Adapun 37 orang itu, enam diantaranya adalah perempuan. Selain itu, pihak milisi turut menyerhakan lima unit pucuk senjata jenis AK-47, 175 butir munisi kaliber 7,62 mm dan magazen sembilan buah.

Perlengkapan itu pun telah diserahkan kepada Disarmament Demobilization Repatriation Reintegration Resettlement (DDRRR) guna dilaksanakan proses sesuai ketentuan PBB.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini