Kim Jong-un Panik, Pejabatnya Tewas, Larang Impor Obat Buatan China

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 21 Mei 2021 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 21 18 2413501 kim-jong-un-panik-pejabatnya-tewas-larang-impor-obat-buatan-china-aWjci8dO9q.jpg Pemimpin tertinggi Korut Kim Jong-un (Foto: Reuters)

KOREA UTARAPemimpin Korea Utara Kim Jong-un panik dan langsung melarang obat-obatan dari China setelah seorang pejabat tinggi meninggal karena suntikan buatan China.

Dia telah memerintahkan penggunaan obat-obatan yang diimpor dari perbatasan utara.

Menurut Daily NK, seorang sumber menceritakan bagaimana seorang anggota birokrasi ekonomi negara, diberi dosis cocarboxylase sebelum kematiannya yang terjadi di bulan ini.

Birokrat tepercaya yang telah bekerja di sektor ekonomi negara sejak era Kim Jong Il, berusia 60-an ketika mulai menderita penyakit yang berhubungan dengan jantung bersama dengan tekanan darah tinggi.

Saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Perguruan Tinggi Medis Pyongyang, petugas tersebut disuntik dengan cocarboxylase - obat yang dianggap di Korea Utara sebagai obat "penyembuhan untuk semua".

Dengan kondisi pasien yang tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan, seorang dokter menyuntiknya dengan suntikan cocarboxylase setelah menyarankan agar dia menerima obat Korea Utara yang dibuat di Pabrik Farmasi Ryongheung.

(Baca juga: Buat Malu Karena Tak Menikah, Sutradara Iran Dibunuh dan Dimutilasi Ayahnya Sendiri)

Daily NK melaporkan staf medis lain malah berpendapat bahwa suntikan buatan sendiri tidak cocok untuk pejabat tinggi tersebut.

Sebagai reaksi atas kematian pria itu, Kim Jong Un mengeluarkan larangan penggunaan obat-obatan China di rumah sakit besar di Pyongyang, setelah dilaporkan menyatakan kesedihan karena kehilangan "pejabat” seperti itu.

Produk medis China sejak itu telah diperintahkan untuk "dikeluarkan" dari institusi kesehatan terbesar di ibukota.

Jong Un juga menuntut semua vaksin Covid-19 yang telah dikembangkan di China, untuk dihapus dari analisis yang sedang berlangsung. Dia juga mendorong untuk memproduksi vaksin buatan sendiri.

Terlepas dari tanggapan keras sang pemimpin terhadap kematian seorang pejabat tinggi, masih belum dapat dipastikan apakah kematian itu disebabkan karena suntikan cocarboxylase-nya.

(Baca juga: Menlu Palestina: Gencatan Senjata Tidak Cukup, Palestina Harus Merdeka)

Dampak virus corona terhadap perdagangan serta sanksi yang dijatuhkan pada Korea Utara telah membuat negara itu mengalami krisis kekurangan obat-obatan, tetapi pihak berwenang mendorong untuk lebih mengandalkan obat-obatan buatan dalam negeri.

Skeptisisme obat-obatan buatan dalam negeri masih ada di negara tertutup itu, membuat larangan obat-obatan asal China menjadi perhatian publik.

Investigasi terhadap cocarboxylase yang digunakan telah mengungkapkan kegagalan untuk menyimpan obat-obatan dengan benar di rumah sakit besar Pyongyang.

Pihak berwenang menemukan staf medis belum mendinginkan obat-obatan dan beberapa obat itu ada di lemari es atau freezer, bahkan tidak dihidupkan.

Penemuan tersebut telah menyebabkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mempertanyakan kemampuan Korea Utara untuk menyimpan vaksin impor dengan aman.

“Tidak memiliki fasilitas penyimpanan di fasilitas medis akan menjadi masalah ketika negara tersebut menerima vaksin dari Organisasi Kesehatan Dunia [WHO]. Saya sadar bahwa WHO juga tahu tentang masalah ini,” terang mereka.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini