Kisah Mahathir Mohamad Bela Palestina, Goyahkan Isreal

Widi Agustian, Okezone · Sabtu 22 Mei 2021 07:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 21 18 2413767 kisah-mahathir-mohamad-bela-palestina-goyahkan-isreal-jRysxwrv2g.jpeg

JAKARTA - Pernyataan Mahathir Mohamad ketika membuka KTT Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Putrajaya, Malaysia, 17 Oktober 2003, PM Malaysia saat itu menggoyahkan Israel.

Dr. Mahathir Mohamad, antara lain mengatakan, “Yahudi secara tak langsung menguasai dunia. Yahudi menggunakan orang lain untuk berperang demi mereka. Israel adalah sebuah negara kecil. Jumlah orang Yahudi di dunia tak banyak. Akan tetapi, mereka sangat sombong. Mereka berani menantang seluruh dunia. Bahkan, jika PBB mengatakan tidak, mereka akan tetap maju. Kenapa?Karena Israel didukung oleh orang-orang yang mengendalikan kekuasaan di Amerika Serikat”.

Oleh para penguasa Amerika, Israel, dan negara-negara Barat lainnya, pernyataan Mahathir dianggap telah mengobarkan kebencian terhadap Yahudi. Namun, kemarahan Amerika dan sekutunya tidak membuat Mahathir surut.

Baca juga: Baru Gencatan Senjata, Polisi Israel Kembali Serang Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa

Ketika menghadiri KTT APEC (Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik) di Bangkok, Thailand, 21 Oktober 2003, Mahathir menegaskan kembali pernyataannya bahwa kaum Yahudi secara tidak langsung menguasai dunia. Kehebohan dunia akibat pernyataannya itu, menurut Mahathir, justru menunjukkan bahwa dirinya benar.

Penegasan ini disampaikannya setelah ia dikecam oleh Presiden Amerika Serikat George W. Bush dan petinggi Eropa Barat lainnya.

Baca juga: Cerita Mahasiswa Palestina ke UAS tentang Kekejaman Israel: Mereka Ingin Buat Kami Setengah Mati

Waktu itu, Mahathir menjelaskan teorinya tentang kekuasaan dan pengaruh Yahudi. Ia juga menjelaskan bahwa pernyataannya telah dibawa ke luar dari konteksnya. 

“Adanya reaksi dunia menunjukkan bahwa mereka (Yahudi) memang menguasai dunia,” kata Mahathir.

Menurut beliau, banyak surat kabar dunia dimiliki oleh orang Yahudi. “Mereka memiliki pengaruh yang lebih besar dari yang dibayangkan banyak orang,” katanya.

Tak sampai sebulan setelah pernyataan Mahathir itu, sebuah jajak pendapat yang dibuat Komisi Eropa menyebutkan, sekitar 60% dari 7.500 responden warga Eropa berpendapat bahwa Israel merupakan ancaman terbesar bagi perdamaian dunia.

Sebagaimana pernyataan Dr. Mahathir, hasil survei yang dipublikasikan pada 3 November 2003 itu pun segera menyulut kemarahan Amerika dan, tentu saja, Israel.

Negara yang dikuasai kaum Zionis ini pun langsung menuding perihal meluasnya sikap antisemitisme di kalangan bangsa Eropa, dan mendesak Bush untuk tak mengikut-sertakan Uni Eropa dalam proses perdamaian Timur Tengah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini