Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dapat Bantuan, Porter Terminal Kampung Rambutan: Semoga MNC Peduli Banyak Rezeki

Widya Michella , Jurnalis-Jum'at, 21 Mei 2021 |19:37 WIB
Dapat Bantuan, Porter Terminal Kampung Rambutan: Semoga MNC Peduli Banyak Rezeki
A
A
A

JAKARTA - Sardiman (53) salah satu Porter resmi bernomor A11 menjadi kuli panggul Terminal Kampung Rambutan selama 29 tahun merasakan dampak pandemi Covid-19. Penghasilannya sehari tidak lebih dari Rp. 50-60 ribu akibat menurunnya jumlah pemudik yang menggunakan bus.

Setiap hari Senin-Jumat, ia berangkat pagi pukul 06.00 dan pulang sehabis sholat ashar pukul 16.00 WIB yang bekerja. Selain bekerja sebagai Porter, ia pun juga menjadi kuli bangunan disaat ada tawaran dari rekan kerjanya. Hal tersebut dapat mencukupi kebutuhan keluarganya di kampung bulok, Pinang Ranti.

Sama halnya dengan Wajri B Sanadi (40) pernah menjadi pedagang buah namun usahanya bangkrut sehingga Porter menjadi penghasilan utama guna menghidupi tiga anak dan istrinya di Bengkulu.

"Saya merantau ke Jakarta bersama keluarga pernah dagang buah karena modalnya kosong, saya jadi Porter gak ada kerjaan lain dan keluarga balik ke Bengkulu,"kata Wajri saat ditemui MPI, Jumat,(21/05/2021).

Lelaki yang lahir tahun 1982 ini mengaku kehidupan Porter sendiri sangat keras karena sering bersinggungan dengan karyawan bis atau Porter lainnya. "Mereka (karyawan bis) mau manggul juga, karena penumpang sepi,"ucap Wajri.

Selain porter iya juga kerap kali melakukan pekerjaan serabutan seperti kuli bangunan yang bebas menyesuaikan tenaga. Saat ini ia mengontrak bersama teman Porter lainnya di RT 11/rw06 kampung rambutan 700/bulan.

Berbeda dengan Abdul Muthalib (60) yang hanya menjadi porter selama tiga puluh tahun. Ia pun juga menumpang hidup di Terminal Kampung Rambutan.

Alasannya menjadi porter karena kurangnya kemampuan dalam berbagai hal dan faktor umur juga menjadi kendala dalam mencari pekerjaan.

Setiap bulannya ia hanya bisa mendapatkan satu juta namun karena pandemi dan larangan pulang kampung penghasilannya menurun menjadi 750 perbulan.

"Kadang-kadang dapet duit kadang enggak untuk makan aja enggak ada. Bisa kerja aja syukur daripada nganggur. Sehari paling dapet 50 ribu buat makan 30 ribu sisa 20 ribu,"kata Abdul.

Pada hari Jumat,(21/05/2021) MNC Peduli turut menunjukan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak COVID-19. Dengan menyalurkan bantuan berupa hampers makanan kepada para kuli panggul/Porter di Stasiun Kota dan Terminal Kampung Rambutan.

Berkat bantuan tersebut, mereka sangat terbantu dan bersyukur bantuan ini dapat membantu meringankan beban di masa pandemi ini.

"Alhamdulillah sangat terbantu semoga MNC peduli makin banyak rejeki. Lalu di kemudian terus berlanjut,"imbuh wajri

"Alhamdulillah terbantu mudah mudahan kedepannya ada kemajuan,"papar Abdul.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement