Bentrok di Masjid Al-Aqsa Pecah Usai Sholat Jumat, Banyak Korban Luka

Agregasi BBC Indonesia, · Sabtu 22 Mei 2021 00:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 22 18 2413799 bentrok-di-masjid-al-aqsa-pecah-usai-sholat-jumat-banyak-korban-luka-mCJy8pRzPe.jpg Polisi Israel serbu Al-Aqsa. (AFP)

SEDIKITNYA 15 warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan polisi Israel di kompleks Masjid al-Aqsa, di daerah pendudukan di Yerusalem Timur, sementara di Gaza gencatan senjata Hamas dan Israel memicu warga turun ke jalan-jalan.

Banyak laporan bertolak belakang terkait penyebab kerusuhan.

Kantor berita resmi Palestina Wafa mengutip para saksi mata yang mengatakan setelah salat Jumat, jamaah tetap berada di kompleks masjid untuk merayakan gencatan senjata di Gaza mengakhiri pertempuran 11 hari.

Namun polisi Israel, menurut Wafa "menyerbu kompleks dan mulai melepaskan tembakan peluru karet dan gas air mata ke arah jamaah."

Setidaknya 15 orang terluka karena tembakan peluru karet sementara lainnya karena gas air mata atau pukulan polisi, menurut Wafa.

Petugas medis Palestina mengatakan kepada kantor berita Reuters sekitar 20 warga Palestina terluka.

Polisi Israel sebelumnya mengatakan "kerusuhan pecah" setelah sholat dan bahwa warga Palestina melemparkan batu ke arah polisi.

Kompleks Masjid al-Aqsa merupakan tempat suci bagi Muslim dan juga Yahudi, tempat yang disebut Temple Mount. Kompleks ini sering menjadi tempat kerusuhan antara polisi Israel dan warga Palestina.

Israel menduduki Yerusalem Timur sejak perang Timur Tengah pada 1967 dan menganggap seluruh kota sebagai ibu kota, langkah yang tak diakui mayoritas komunitas internasional.

Baca Juga : Indonesia Usulkan Penempatan Pasukan Perdamaian Internasional di Yerusalem Pastikan Keselamatan Rakyat Palestina

Palestina mengklaim Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan negara independen di masa depan.

Gencatan senjata di Gaza

Sebelumnya, Hamas dan Palestina mulai memberlakukan gencatan senjata, mengakhiri 11 hari pertempuran kedua pihak yang telah menewaskan lebih dari 250 orang, sebagian besar di Gaza.

Warga Palestina tumpah ke jalan-jalan di Gaza tak lama setelah gencatan senjata dimulai, sementara Hamas memperingatkan mereka tetap berwaspada.

Baik Israel dan Hamas sama-sama mengeklaim kemenangan dalam konflik ini.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan gencatan senjata merupakan "peluang sesungguhnya" untuk mencapai kemajuan.

Tak lama setelah gencatan senjata berlaku pada pukul 02:00 pada Jumat (05:00 WIB), banyak warga turun ke jalan-jalan dengan mobil ataupun berjalan kaki untuk merayakan.

Di Gaza, pengemudi membunyikan klakson sementara pengeras suara dari masjid-masjid meneriakkan "kemenangan kelompok perlawanan."

Militer Israel mengatakan mereka mencabut pembatasan darurat di seluruh wilayah.

Baca Juga : Baru Gencatan Senjata, Polisi Israel Kembali Serang Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa

Kabinet Israel membenarkan bahwa sudah dikeluarkan keputusan untuk menyetujui gencatan senjata dengan Hamas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini