Sebelum Perahu Terbalik di Kedung Ombo, Bocah Nakhoda Ingatkan Kelebihan Penumpang

Agregasi Solopos, · Sabtu 22 Mei 2021 02:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 22 512 2413802 sebelum-perahu-terbalik-di-kedung-ombo-bocah-nakhoda-ingatkan-kelebihan-penumpang-W0F90nPnTp.jpg Perahu tenggelam di Waduk Kedung Ombo Boyolali. (Foto : Ist)

SOLO — Penasihat hukum GT (13), bocah yang menakhodai perahu terbalik di Waduk Kedung Ombo, yakni Wawan Muslih menegaskan, kliennya telah memberi peringatan kepada penumpang bahwa perahu sudah kelebihan muatan. Proses hukum GT diupayakan melalui diversi meningat GT masih anak-anak.

Wawan saat dijumpai wartawan di sela-sela kegiatannya, pada Jumat (21/5/2021) siang, mengatakan kondisi GT saat ini dalam kondisi sehat. Namun, bocah nahkoda perahu itu masih seolah tidak percaya dengan kejadian yang menimpanya.

Saat diperiksa kepolisian, GT, bisa menjawab pertanyaan dari penyidik. Wawan menyebut saat kejadian, GT, sudah beberapa kali membawa penumpang ke warung apung sejak pukul 08.00 WIB.

“Kalau tidak salah itu ke sepuluh GT mengangkut penumpang. Kapasitas perahu hanya 12 orang, ternyata yang naik lebih dari itu. GT sudah memperingatkan kalau penuh, tetapi pengunjung tetap menaiki perahu itu,” papar Wawan.

Penumpang Selfie

Wawan mengatakan versi kliennya, pada saat perahu hendak sampai ke warung apung, GT melihat ada penumpang yang berdiri sembari memegang handphone. Posisi kliennya berada di belakang, sehingga penglihatannya melihat penumpang memegang handphone. Beberapa saat setelah kejadian, beberapa media juga menyampaikan keterangan warga terkait selfie.

“Apakah benar dan tidaknya (selfie) nanti terungkap saat persidangan kalau dilanjutkan. Tetapi, kami berupaya diversi atau penyelesaian di luar pengadilan,” papar dia.

Baca Juga : 6 Jenazah Korban Perahu Wisata di Kedung Ombo Diserahkan ke Keluarga

Ia menambahkan terkait sistem peradilan pidana anak telah diatur bahwa anak masih di bawah 14 tahun dan ancaman hukuman di bawah tujuh tahun diselesaikan melalui diversi. Ia menambahkan diversi bisa diselesaikan di penyidikan, pelimpahan, dan di pengadilan.

Ia menambahkan bocah nahkoda perahu itu sudah didampingi berbagai pihak seperti Bapas dan Lembaga Perlindungan Anak.

“Teman-teman GT turut prihatin, ini musibah. Semua orang tidak tahu yang jelas sudah diantisipasi,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini