Muncikari Ditangkap saat Jajakan 6 Wanita ke Pria "Hidung Belang" di Merak

Teguh Mahardika, Koran SI · Selasa 25 Mei 2021 23:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 25 340 2415562 muncikari-ditangkap-saat-jajakan-6-wanita-ke-pria-hidung-belang-di-merak-6NITMbglPj.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SERANG - Muncikari berinisial AT yang tengah menjajakan enam orang perempuan kepada hidung belang secara online ditangkap Polsek Pulomerak, Polres Cilegon, Selasa 25 Mei 2021. Kegiatan prostitusi online ini terungkap atas laporan dari masyarakat, yang resah dengan kegiatan tersangka.

Kapolres Cilegon, AKBP Sigit Haryono mengatakan, kasus dugaan tindak pidana prostitusi online terungkap berdasarkan laporan masyarakat. Dari informasi ini, polisi kemudian melakukan pengembangan dengan melakukan penyamaran menjadi pelanggan. Pada Minggu 23 Mei 2021, pelaku setelah transaksi ditangkap di salah satu penginapan di wilayah Pulomerak, Kota Cilegon. Sedikitnya ada 6 wanita yang menjadi korban praktik tersebut.

“Perdagangan orang dengan modus prostitusi online. Yang diamankan muncikari satu orang, korbannya ada 6 orang,” ujar Kapolres saat menggelar kasus perkara di Mapolsek Pulomerak, Selasa (25/5/2021).

Baca Juga:  Muncikari Prostitusi Online Jual Anak di Bawah Umur Rp300-500 Ribu Sekali Kencan

Pelaku sudah menjalankan aksinya sebagai muncikari selama dua tahun. Modus pelaku memperdagangkan korban kepada pelanggan dilakukan melalui aplikasi WhatsApp.

“Kita lakukan penyamaran, kemudian memancing orang yang diduga (muncikari). Setelah itu (lewat WhatsApp) diberikan beberapa pilihan. Apakah itu benar atau tidak, dilakukan melalui video call. Benar ternyata ada beberapa orang yang ditawarkan,” tuturnya.

Sementara Kapolsek Pulomerak, AKP Akbar Baskoro menambahkan, pelaku dalam transaksi menawarkan jasa sebesar Rp1.000.000 setiap transaksi. Pihaknya masih terus melakukan pengembangan atas kasus tersebut. Atas perbuatannya, tersangka disangkakan dengan Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 21:Tahun 2017 tentang tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

“Ancaman hukumannya paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun,” pungkasnya.

Sementara itu, AT mengatakan dirinya mendapatkan Rp200.000 setiap transaksi. "Saya menyesal atas perbuatan saya pak, " kata dia.

Baca Juga: 2 Muncikari Kasus Prostitusi Online di Jakbar Jadi Tersangka

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini