3. Bulan Berdarah dan Sakit
Mitos gerhana yang diceritakan oleh suku Hupa, yakni suku asli Amerika dari California Utara memiliki cerita yang lebih indah.
E. C. Krupp, direktur Observatorium Griffith di Los Angeles, California menjelaskan, Hupa percaya bahwa bulan memiliki 20 istri dan banyak hewan peliharaan.
Sebagian besar hewan peliharaan mereka adalah singa gunung dan ular. Saat bulan tak membawa cukup makanan untuk dimakan, mereka menyerang dan membuatnya berdarah.
Gerhana akan berakhir saat istri bulan datang untuk melindunginya, mengumpulkan darahnya, dan memulihkan kesehatannya.
Sementara itu, suku Luiseño di California selatan, menyebutkan bahwa sebuah gerhanan memberi isyarat bahwa bulan sedang sakit. Anggota suku bertugas untuk menyanyikan nyanyian atau doa untuk mengembalikan kesehatannya.
4. Bulan dan Matahari Bertempur
Di sisi lain mitos juga berkembang di era modern. Namun tak semua budaya melihat gerhana sebagai hal yang buruk, kata Jarita Holbrook, astronom budaya di Universitas Western Cape di Bellville, Afrika Selatan. “Mitor favorit saya berasal dari orang Batammaliba di Togo dan Benin di Afrika,” katanya.
Dalam mitos itu, matahari dan bulan bertempur selama gerhana, dan orang-orang mendorong mereka untuk berhenti. "Mereka melihatnya sebagai saat berkumpul dan menyelesaikan perseteruan dan kemarahan yang cukup lama," kata Holbrook.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.