Mau Bentuk Body Kambing Berotot agar Menang Kontes, Begini Caranya

Agregasi KR Jogja, · Jum'at 28 Mei 2021 10:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 28 512 2416620 mau-bentuk-body-kambing-berotot-agar-menang-kontes-begini-caranya-OClVddj4SB.jpg Foto: Okezone

JELANG perayaan Idul Adha, pedagang kambing dan sapi menjamur. Beragam cara dilakukan para pedagang untuk menarik perhatian pembeli. Masyarakat umumnya memilih kambing dengan ukuran besar. Namun selain untuk menjadi hewan kurban, ternyata kambing juga mengikuti lomba atau kontes.

(Baca juga: Vonis Habib Rizieq Disebut Bisa Timbulkan Disparitas Hukum, Ini Penjelasannya)

Bahkan, ada perawatan khusus kambing agar terlihat menarik dan berotot. Seperti yang dilakukan warga Dukuh Bangkol, Desa Purwokerto Kecamatan Tayu, Pati. Disana ketemu Sudadi (48) yang sangat dikenal sebagai perawat dan pembentukan bodi kambing.

Sudadi banyak menerima titipan kambing dari penghobi dari kota Malang, Blitar dan Yogyakarta yang ingin memenangi kontes bentuk badan kambing. Jenis kambing yang dipiara Sudadi untuk dibentuk bodinya, berasal dari kambing ternak (capra aegagrus hircus) atau jenis Etawa.

“Pada tubuh manusia, maka proses pembentukan tubuh yang berotot, melibatkan hipertropi otot intensif. Kambing juga mirip seperti itu. Hanya tidak ditambah latihan beban. Sehingga akan menghasilkan tampilan seekor kambing yang punya gaya, serta bentuk tubuh dan kesehatannya terjaga,” ujar Sudadi dilansir KRJogja, Jumat (28/5/2021).

Pria yang akbar disapa Dadi itu menjelaskan, pembentukan bodi kambing supaya berotot, postur tubuh yang menawan, dan pemeliharaan bulu yang bersinar, hanya dilakukan untuk kambing yang dipersiapkan ke kontes pada binaraga.

Dalam kompetisi binaraga kambing, yang dipamerkan otot tubuh sebagai penampilan fisik. Biasanya, dewan juri akan memberikan nilai berdasarkan kriteria; seperti massa otot, simetri tubuh, definisi otot, serta penampilan kambing. Otot tubuh kambing akan bisa ditonjolkan, setelah melalui proses cutting phase. Yakni kombinasi pengurangan kadar lemak tubuh, serta keindahan bulu,” tuturnya.

Dia belajar mempelihara kambing dari seorang bernama Bondan di Jombor Yogjakarta, tahun 2008 lalu. Kemudian mandiri beternak kambing di desa tempat kelahirannya.

Dari keahliannya merawat kambing, karena bisa menaikkan harga sampai berlipat ganda seeokor kambing setelah memenangi kontes.

“Seperti, semula harga Rp 100 juta, namun setelah juara kontes, bisa laku Rp 400 juta. Resep pembentukan bodi kambing, karena kami menggunakan makanan, beberapa jenis dedaunan asli lereng gunung Muria dicampur dengan adonan khusus,” ulasnya.

Diakuinya dari kapasitas 50 kamar, maka kandangnya sekarang hanya terisi 16 ekor kambing. Hal ini dikarenakan dampak pandemi Covid-19. Sehingga memaksa banyak kalangan harus meniadakan kontes kambing.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini