Pramugari Diserang, Maskapai Penerbangan Tangguhkan Minuman Keras

Susi Susanti, Koran SI · Senin 31 Mei 2021 12:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 31 18 2417870 pramugari-diserang-maskapai-penerbangan-tangguhkan-minuman-keras-TJ5ainLAol.jpg American Airlines (Foto: Reuters)

NEW YORK - American Airlines (AAL) bergabung dengan Southwest Airlines (LUV) dalam menangguhkan layanan minuman beralkohol di penerbangan. Keputusan ini diambil menyusul serangan baru-baru ini terhadap seorang pramugari Southwest yang mengakibatkan cedera serius.

"Pramugari berada di garis depan setiap hari tidak hanya memastikan keselamatan pelanggan kami, tetapi juga menenangkan ketakutan, menjawab pertanyaan, dan menegakkan kebijakan seperti masker wajah yang diwajibkan oleh pemerintah federal," terang Brady Byrnes, direktur pelaksana layanan penerbangan di American, dalam sebuah memo untuk pramugari yang diperoleh CNN.

"Selama seminggu terakhir kami telah melihat beberapa penyebab stres ini menciptakan situasi yang sangat mengganggu di dalam pesawat," kata memo itu.

"Biar saya perjelas: American Airlines tidak akan mentolerir penyerangan atau penganiayaan terhadap kru kami,” lanjutnya.

Seperti maskapai lain, AAL pertama kali menangguhkan penjualan alkohol pada Maret 2020 untuk meminimalkan interaksi antara awak dan penumpang serta memastikan penerbangan yang lebih aman.

(Baca juga: Sistem Pertahanan Udara Bermasalah, Militer AS Gagal Cegat Target Uji Coba Rudal Balistik)

Maskapai tersebut mengatakan layanan akan tetap ditangguhkan hingga 13 September. Tanggal tersebut bertepatan dengan berakhirnya mandat penggunaan masker Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) untuk semua pesawat.

Mandat tersebut mewajibkan masker pada semua pelancong di bandara, pesawat terbang, terminal, kereta api, bus, dan kapal. Itu akan berakhir pada 11 Mei tetapi TSA memperpanjangnya hingga September.

Penangguhan ini diperpanjang setelah sebelumnya maskapai tersebut memulihkan layanan minuman termasuk alkohol pada 1 Mei di semua kabin premium domestiknya.

Maskapai mengatakan alkohol akan terus ditawarkan di kabin kelas satu dan bisnis tetapi hanya dalam penerbangan. Penjualan alkohol pada awalnya dijadwalkan untuk dilanjutkan di kabin utama maskapai pada 1 Juni, tetapi akan tetap dihentikan sementara.

(Baca juga: Ngeri, 88 Politisi Tewas Ditembak di Masa Pemilihan)

"Sementara kami menghargai bahwa pelanggan dan anggota kru sangat ingin kembali ke" normal ", kami akan bergerak dengan hati-hati dan sengaja saat memulihkan praktik pra-Covid-19,” terang Byrnes dalam memo itu.

"Kami juga menyadari bahwa alkohol dapat berkontribusi pada perilaku atipikal dari pelanggan di pesawat dan kami berhutang kepada kru kami untuk tidak memperburuk situasi baru dan stres bagi pelanggan kami," ujarnya.

Menurut pernyataan dari Departemen Kepolisian Pelabuhan San Diego, pada 23 Mei lalu, seorang penumpang LUV ditangkap karena dicurigai melakukan tindak pidana kejahatan yang menyebabkan cedera serius setelah dia diduga memukul seorang pramugari selama penerbangan dari Sacramento ke San Diego.

Menurut Lyn Montgomery, presiden serikat yang mewakili pramugari LUV, pramugari mengalami cedera wajah dan kehilangan dua gigi.

Menyusul insiden tersebut, LUV membuat keputusan untuk "mengevaluasi kembali dimulainya kembali layanan alkohol di pesawat" dan menangguhkan layanan tanpa batas waktu.

Dalam sebuah pernyataan, United Airlines (UAL) mengatakan pada Sabtu (29/5) jika pihaknya masih menyajikan alkohol dalam penerbangan yang lebih dari dua jam. Demikian pula, Delta Airlines (DAL) yang masih menyajikan bir, anggur, dan koktail dalam penerbangannya.

Sementara itu, melalui rilis berita pada Senin (31/5), Administrasi Penerbangan Federal (FAA) mengatakan sejak awal tahun, sekitar 2.500 laporan perilaku nakal penumpang telah dilaporkan, termasuk sekitar 1.900 laporan penumpang yang menolak untuk mematuhi mandat masker wajah federal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini