Dadang Buaya Pincang Usai Ditembak Polisi, Ini Penampakannya

II Solihin, iNews · Senin 31 Mei 2021 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 31 525 2417959 dadang-buaya-pincang-usai-ditembak-polisi-ini-penampakannya-C3jvkQcbVg.jpg Dadang Buaya dibopong setelah kakinya ditembak polisi (Foto : iNews)

GARUT - Dadang 'Buaya' yang viral saat membawa senjata tajam berupa samurai, pisau belati, dan golok yang mengancam petugas TNI dan Polri dengan mendatangi markas Koramil Pameungpeuk Garut, Jawa Barat, resmi jadi tersangka.

Aksi nekat yang dilakukan sekelompok preman di bawah komando Dadang Buaya yang mendatangi markas koramil Pameungpeuk, Garut, berujung pada tembakan polisi ke arah kaki Dadang.

Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu buah egrek, dua buah golok sepanjang 69 sentimeter, satu buah samurai sepanjang 70 sentimeter, juga minuman keras.

Kejadian tersebut terjadi pada Jumat, 28 Mei 2021 sekira pukul 10.00 WIB pada saat petugas dari Polsek Pameungpeuk menerima laporan adanya keributan di mana Dadang Buaya mengejar warga yang menyelamatkan diri masuk kedalam kantor Koramil 1119 Pameungpeuk yang merupakan seorang anggota TNI yang bertugas di Depok.

Saat tiba di depan Koramil, Dadang membuka pintu bagasi mobil belakang kemudian mengeluarkan senjata tajam.

Peristiwa itu dipicu saat Dadang akan memalak salah seorang warga yang merupakan kakak dari anggota TNI. Saat anggota TNI tiba di lokasi, Dadang bukannya mau berdamai, malah menjadi-jadi dan hendak menganiaya anggota TNI tersebut, hingga melarikan diri ke koramil lantaran khawatir dianiaya.

Kelompok Dadang yang nekat itu, tidak ada takutnya dengan menggeruduk ke kantor Koramil. Karena berusaha melawan petugas saat akan dilakukan penangkapan, polisi pun akhrinya menembak kaki Dadang Buaya.

Baca Juga : Lebih Sadis dari John Kei, Dadang Buaya Satu-satunya Preman yang Berani Serang Markas TNI

Kapolres Garut, AKBP Adi Benny Cahyono mengatakan pihaknya telah menetapkan dua tersangka beserta mengamankan barang bukti senjata tajam yang dibawa pelaku saat tiba di depan koramil. Tersangka pun diancam undang-undang darurat dan terancam hukuman sepuluh tahun penjara.

"Saat ini kami sudah menetapkan dua orang tersangka," ujar AKBP Adi Benny Cahyono, Senin (31/5/2021).

Sementara itu, Dandenpom III Garut, Letkol Imran Ilyas membenarkan terkait peristiwa yang melibatkan anggota TNI yang kala itu sedang cuti untuk memperbaiki kuburan anaknya di kampung halamannya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini