Mengaku Diperkosa Berulang Kali, Pelayan Wanita Potong Alat Kelamin Bosnya

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 02 Juni 2021 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 02 18 2418783 mengaku-diperkosa-berulang-kali-pelayan-wanita-potong-alat-kelamin-bosnya-9szm547umV.jpg Ilustrasi.

BARCELONA - Polisi Catalunya di Spanyol telah menangkap seorang wanita setelah dia memotong penis seorang pria pemilik bar tempatnya bekerja. Korban saat ini berada di rumah sakit dan menghadapi penyelidikan atas dugaan pelecehan seksual berulang kali terhadap wanita tersebut.

Mutilasi alat kelamin itu terjadi di Sant Andreu de la Barca, sebuah kotamadya, sekita 10 km barat laut Barcelona.

BACA JUGA: Penangkapan Rapper Picu Kerusuhan di Catalunya, Setidaknya 30 Terluka

Wanita yang tidak disebutkan namanya itu muncul di kantor polisi setempat sekira tengah malam pada Senin (31/5/2021) dan mengatakan bahwa bosnya berusaha memperkosanya. Kepada petugas, wanita itu mengatakan dia telah mempertahankan diri dari serangan seksual dengan sebuah pisau dan memotong penis pria itu, demikian dilaporkan media setempat.

Polisi menahan wanita yang bekerja sebagai pelayan bar itu, sambil menunggu penyelidikan atas tuduhannya terhadap bosnya. Wanita itu mengatakan dia telah mengalami sejumlah serangan seksual dari si pemilik bar, yang dia katakan berulang kali "memaksanya untuk melakukan hubungan seksual non-konsensual".

Menurut wanita itu, insiden pada Senin malam tersebut adalah pertama kalinya dia menemukan keberanian dan kekuatan untuk membela diri, demikian diwartakan RT.

BACA JUGA: Dilaporkan Hilang, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Dalam Patung Dinosaurus

Pria yang dimutilasi itu dibawa ke Rumah Sakit Bellvitge terdekat, di mana pihak berwenang bermaksud untuk menangkap dan menanyainya setelah dia pulih dari operasi. Tidak segera jelas apakah dokter berhasil memasang kembali alat kelamin pria itu.

Wanita itu dilaporkan berasal dari Bangladesh dan beberapa media menyatakan bahwa pria itu juga demikian. Nama-nama pihak yang terlibat tidak diungkapkan ke publik.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini