Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Vaksin Covid-19 Sinovac Akhirnya Disetujui WHO, Mengapa Lebih Cocok untuk Negara Berkembang?

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Rabu, 02 Juni 2021 |13:21 WIB
Vaksin Covid-19 Sinovac Akhirnya Disetujui WHO, Mengapa Lebih Cocok untuk Negara Berkembang?
Vaksin Sinovac (Foto: EPA)
A
A
A

Mereka juga menyerukan negara-negara maju untuk segera menyumbang dosis-dosis vaksin kepada negara-negara berkembang.

Sebelumnya, awal Mei lalu WHO memberikan persetujuan darurat bagi vaksin Covid-19 Sinopharm buatan perusahaan pemerintah China.

Ini kali pertama vaksin produksi negara non-Barat yang mendapat persetujuan WHO.

Vaksin ini sudah diberikan kepada jutaan orang di China dan tempat-tempat lain.

WHO sebelumnya hanya menyetujui vaksin buatan Pfizer, AstraZeneca, Johnson & Johnson dan Moderna.

Namun pihak regulator sejumlah negara - terutama di Afrika, Amerika Latin dan Asia - telah lebih dulu menyetujui vaksin-vaksin buatan China untuk penggunaan darurat.

Dengan sedikitnya data yang dirilis secara internasional sejak awal, efektivitas vaksin-vaksin asal China belum langsung dipastikan.

Namun WHO pada Jumat (07/05) menyatakan bahwa pihaknya telah mengesahkan "keamanan, kemanjuran, dan kualitas" vaksin Sinopharm.

Bagi WHO, penambahan vaksin itu "berpotensi mempercepat akses vaksin Covid-19 bagi negara-negara yang berupaya melindungi para tenaga kesehatan dan populasi yang berisiko"

WHO merekomendasikan vaksin tersebut diberikan dalam dua dosis kepada orang berusia 18 tahun ke atas.

Keputusan atas vaksin China lainnya, yaitu Sinovac, akan muncul beberapa hari mendatang, sementara vaksin Sputnik buatan Rusia masih dalam penilaian.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement