Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 30 Juni 2026 |00:05 WIB
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Ilustrasi.
A
A
A

PARIS - Gelombang panas mematikan di Eropa telah bergerak ke timur, dengan ratusan juta orang masih kepanasan di seluruh Benua Biru. Gelombang panas yang intens tetap tercatat di seluruh Eropa tengah dan timur dengan setidaknya 191 juta warga Eropa diperkirakan akan menghadapi suhu di atas 35°C sepanjang hari.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan telah mencatat lebih dari 1.300 kematian sebagai dampak suhu panas di Eropa sejak 21 Juni. Secara keseluruhan, sekitar 381 juta warga Eropa diperkirakan akan mengalami suhu di atas 30°C, menurut analisis berdasarkan prakiraan dari Layanan Meteorologi Jerman dan data populasi.

Jerman, Slovakia, Serbia, Kroasia, Italia, Austria, dan Ukraina barat juga dilaporkan tengah menghadapi cuaca panas ekstrem.

"Bukan Sebuah Kegagalan"

"Saat ini, 150 juta orang hidup di bawah panas ekstrem, ratusan orang telah meninggal, sekolah-sekolah ditutup, dan jaringan listrik kewalahan," kata Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, melalui akun X miliknya, sebagaimana dilansir TRT.

Kedatangan badai membawa sedikit kelegaan pada malam hari, terutama di Prancis setelah beberapa hari berturut-turut didera suhu mendekati 40°C. Namun, badai tersebut juga menyebabkan kerusakan; seorang pria dilaporkan meninggal dunia di dekat Brussels ketika sebuah pohon tumbang menimpa mobilnya, menurut laporan media lokal.

Di Prancis, peringatan panas tingkat tertinggi diperkirakan akan mereda pada Minggu (28/6/2026) malam, meskipun jutaan orang terus mengalami kondisi cuaca yang sangat panas.

Negara tersebut masih dihantui oleh gelombang panas tahun 2003—yang terburuk di Eropa dalam beberapa abad—yang menewaskan sekitar 15.000 orang. Otoritas Prancis sangat mengkhawatirkan adanya lonjakan jumlah kematian pada gelombang kali ini.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement